Sukses

Bola Ganjil: Bukan Westlife, Membayangkan Nicky Byrne sebagai Kiper Sepak Bola

Liputan6.com, Jakarta - Jalan hidup manusia bisa berubah drastis hanya berdasar satu momen. Lihat saja Nicky Byrne. Dia dikenal sebagai anggota Westlife, salah satu boyband tersukses sepanjang sejarah.

Bersama Shane Filan, Mark Feehily, dan Kian Egan, serta Brian McFadden yang sudah mengundurkan diri, Westlifemenghasilkan 12 album serta 14 kali menjalani tur dunia. Byrne juga sempat mewakili Republik Irlandia di Eurovision.

Namun, semua iitu tidak akan terjadi jika dia menetap di jalur olahraga ketika masih muda.

Byrne bermain sebagai kiper di klub berbasis Dublin, Home Farm. Klub ini rutin memproduksi pemain yang kemudian membela timnas, di antaranya Liam Whelan, Johnny Giles, dan Liam Brady.

Kecekatan Byrne di bawah mistar kemudian menarik perhatian Leeds United. Dia pindah ke Elland Road pada 1995 dan membantu tim junior memenangkan ajang bergengsi FA Youth Cup 1997. Di final Leeds United mengalahkan Crystal Palace dengan agregat 3-1 di final.

Bryne ketika itu berstatus pelapis Paul Robinson. Turut jadi rekan timnya Jonathan Woodgate, Alan Maybury, Stephen McPhail, dan Harry Kewell. Seperti diketahui, nama-nama itu memiliki karier bagus di sepak bola.

Saksikan Video Westlife Berikut Ini

2 dari 4 halaman

Pindah Klub

Kontrak Byrne di Leeds United tidak diperpanjang pada 1997. Dia lalu membela tim cadangan Scarborough. Sempat jalani seleksi di Cambridge United, Byrne memutuskan pulang kampung dan membela Shelbourne by the Tolka river.

Takdir kemudian mempertemukannya kembali dengan Leeds United. Dia bermain melawan mantan klub pada laga persahabatan. Gawangnya dijebol Jimmy Floyd Hasselbaink dari jarak dekat dan Shelbourne menyerah 1-2.

Masih berstatus cadangan, Byrne dipinjamkan ke Cobh Ramblers untuk mendapat waktu bermain. Dia beberapa kali memainkan peran penting dalam kemenangan atas Waterford United, Kilkenny City, Galway United, dan Longford Town.

Namun, Byrne juga bermain saat Cobh menderita rekor kekalahan terbesar dari Bray Wanderers. Diusirnya dua rekan setim membuat gawangnya dijebol tujuh kali.

Cobh menyelesaikan musim 1997/1998 di peringkat enam klasemen akhir, 15 poin tertinggal dari zona play-off. Bryne bermain 15 pertandingan.

Bryne lalu pergi St Francis. Dia bahkan pernah membela Bray Wanderers pada laga melawan Ipswich Town.

3 dari 4 halaman

Masalah Postur?

Dalam salah satu laporan pertandingan, Connacht Sentinel menyebut Byrne lemah mengantisipaisi bola udara. Sang pemain sendiri sadar akan hal itu. Dia menduga salah satu alasan Leeds United melepasnya adalah karena posturnya yang hanya 176 cm.

Paling tidak, Byrne tetap memiliki kenangan positif dari sepak bola. Dia bangga bisa membela timnas U-15 dan U-18 di panggung internasional. Dia bahkan menyebutnya sebagai salah satu momen terbaik dalam hidupnya.

4 dari 4 halaman

Ubah Haluan

Byrne pun mulai mencari jalur lain untuk mengarungi hidup. Pada Juni 1998, dia memutuskan mengikuti audisi untuk boyband yang hendak dibentuk. 

Dari situ kariernya berbelok ke dunia hiburan.