Bola Ganjil: Si Jago Merah Melahap Mimpi Chemie Halle

Simak kisah Chemie Halle, klub asal Jerman Timur yang gagal mengikuti kompetisi Eropa karena hotel tempat menginap kebakaran.

Diterbitkan 15 Agustus 2020, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Musim 1971/1972 semestinya jadi pengalaman berkesan bagi Chemie Halle. Mereka tampil di kompetisi Eropa untuk pertama kali sepanjang sejarah klub usai menempati peringkat tiga Oberliga semusim sebelumnya.

Sayang yang ada hanya nestapa. Chemie Halle menjadi korban musibah.

Padahal klub asal Jerman Timur itu mengawali kampanye dengan baik. Masuk Piala UEFA dan dipasangkan dengan PSV Eindhoven, mereka tampil ngotot untuk mengimbangi lawan tanpa gol pada leg pertama di kandang.

Sayang pertandingan kedua tidak digelar. Chemie Halle memutuskan mundur dari turnamen. Dengan walkout, mereka akhirnya dicap kalah 0-2.

Penyebabnya adalah kebakaran Hotel 't Silveren Seepaerd, tempat skuat menginap. Pada dini hari 28 September 1971, si jago merah merebak menewaskan 11 orang dan melukai 19 lainnya.

Salah satu korban jiwa adalah gelandang Chemie Halle, Wolfgang Hoffmann.

Saksikan Video Tragedi Sepak Bola Berikut Ini

Terjebak Api

Hotel 't Silveren Seepaerd terletak di seberang stasion kereta api utama di Eindhoven. Api muncul di restoran yang terletak di lantai dasar. Pengemudi bus yang lewat pada 05.30 pagi menjadi sosok yang pertama kali melihat dan melapor ke pemadam kebakaran.

Si jago merah menyebar dengan cepat melahap gedung yang sudah tua. Pada waktu itu belum ada standar keamanan menghadapi kebakaran. Alhasil, belum diberlakukan sistem kedap api, pintu keluar darurat, alarm, serta hanya beberapa alat pemadam.

Api lalu memenuhi lantai dasar dan menjebak 86 tamu hotel yang berada di lantai atas. Pihak penyelamat pun terpaksa berimprovisasi. Mereka berdiri di atap dapur dan menciptakan jaring menggunakan seprai. Tujuannya agar tamu yang berada di lantai dua dan tiga melompat dari jendela.

Mayoritas tamu hotel, dan rombongan Chemie Halle beranggotakan 15 orang, mencoba menyelamatkan diri menggunakan cara ini.

Jadi Pahlawan

Sayang tidak semua selamat. Erhard Mosert menderita patah kaki karena salah mendarat. Sementara Hoffmann melompat tapi tidak tepat sasaran. Tubuhnya menerobos jendela atap dan menderita luka fatal setelah terjatuh di lantai dapur.

Kiper Volker Jany dan bek Klaus Urbanczyk jadi pahlawan dadakan dalam situasi ini. Keduanya tinggal di gedung selama mungkin untuk membangunkan tamu dan mengarahkan mereka ke jalur evakuasi.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Pada momen kritis, keduanya terpaksa melompat dari kaca jendela lantai ketiga. Urbanczyk menderita cedera yang mengakhiri kariernya karena kaki kanan harus diamputasi. Membutuhkan transfusi darah mendadak, dia sebulan menginap di rumah sakit memulihkan diri. Pemadam kebakaran baru bisa menjinakkan si jago merah dalam periode dua jam berselang, serta menghabiskan sisa hari sebelum benar-benar memadamkan api. Dalam daftar korban, sembilan meninggal di kamar dan dua ketika coba menyelamatkan diri. Sementara lusinan lain mendapat perawatan akibat luka sayatan dan efek menghirup asap.

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan