7 Gelandang Hebat Timnas Indonesia: Dari Ronny Pattinasarany Hingga Evan Dimas

Timnas Indonesia tidak pernah kehabisan talenta hebat di lini tengah.

Diterbitkan 15 Juli 2020, 19:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Dalam perjalanannya di level internasional, Timnas Indonesia selalu memiliki gelandang-gelandang terbaik pada setiap eranya. Ronny Pattinasarany adalah contoh nyata bagaimana dulu Tim Garuda memiliki pemain berkualitas di lini tengah. Hingga kini, sosok sentral di lini tengah itu selalu ada.

Ronny Pattinasarany merupakan gelandang hebat yang pernah mendapatkan pujian dari legenda Belanda, Johan Cruyff, karena skill yang dimilikinya sebagai playmaker di lini tengah.

Namun, Ronny bukanlah satu-satunya gelandang hebat yang pernah dimiliki Indonesia. Dari masa ke masa, Timnas Indonesia selalu memiliki pemain-pemain berkualitas yang menjadi tumpuan di lini tengah.

Sebut saja Fakhri Husaini, mantan gelandang Timnas Indonesia yang pada 2018 lalu berhasil membawa Timnas Indonesia U-16 menjuarai Piala AFF U-16 sebagai pelatih kepala.

Jangan lupakan pula sosok hebat di era sepak bola modern, seperti Ponaryo Astaman dan Firman Utina yang pernah memimpin lini tengah Timnas Indonesia. Sekarang pun Tim Garuda masih punya gelandang kreatif yang bisa diandalkan di lini tengah, yaitu Evan Dimas Darmono.

Siapa saja dan bagaimana kiprah para gelandang terbaik Timnas Indonesiadalam setiap eranya, berikut ulasannya.

Video

Junaedi Abdillah

Junaedi Abdilah merupakan satu di antara gelandang terbaik yang pernah dimiliki Timnas Indonesia. Ia berseragam Tim Garuda pada periode 1970an hingga awal 1980an.

Ia sudah berkarier dalam dunia sepak bola sejak 1964. Pada 1967, ia mendapatkan panggilan untuk memperkuat Timnas Indonesia ketika berkarier bersama Persebaya Surabaya.

Gelandang kelahiran Nusa Tenggara Barat ini cukup memiliki karier yang cemerlang. Ia punya visi bermain yang baik dan merupakan pelepas umpan jauh terbaik yang dimiliki Indonesia.

Ia memperkuat Timnas Indonesia bersama Sartono Anwar, Suaib Rizal, Oyong Liza, dan Abdul Kadir. Junaedi pernah memperkuat Timnas Indonesia di Kualifikasi Olimpiade Munchen 1972 bersama Iswadi Idris dan Ronny Patinasarany.

Iswadi Idris

Pemain asal Aceh ini kerap disebut sebagai pemain serbabisa. Ia kerap menempati posisi sayap kanan dan paling berbahaya ketika melakukan akselerasi dari sisi sayap.

Hal tersebut tak lepas dari kecintaannya terhadap olahraga lari. Maklum, awalnya Iswadi Idris tak berminat menjadi seorang pesepak bola.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Pemain yang hanya berpostur 165 cm ini kemudian berkembang menjadi pesepak bola andal yang turut menyumbangkan medali perak Asian Games 1970 untuk Indonesia. Ia juga pernah menjadi kapten Timnas Indonesia pada medio 1970-an hingga 1980. Iswadi Idris dikenal sebagai pemain yang punya kecepatan paling berbahaya di Asia. Bersama Soetjipto Soentoro, Jacob Sihasale, dan Abdul Kadir, ia dikenal sebagai kuartet tercepat di Asia ketika itu.

Halaman
Show All
Benediktus Gerendo Pradigdo, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan