Gronya Somerville Suka Bulutangkis Gara-gara Pebulutangkis Putra asal Indonesia

Pebulutangkis asal Indonesia menjadi pelecut keinginan Gronya menekuni olahraga tepok bulu tersebut.

Diterbitkan 12 Juni 2020, 19:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Seleksi tersebut diikuti sekitar 200 pemain putri. Gronya berhasil masuk ke urutan 100 besar, kemudian tetap lolos ketika diciutkan menjadi 60 orang dan 30 orang. Setelah itu Gronya mulai intensif berlatih, berkembang permainannya, dan berhasil masuk ke tim nasional bulutangkis Australia.

Siapakah Aji Basuki Sindoro? Menurut Gronya Somerville, Aji pernah berpasangan dengan pemain Australia, Ashley Brehaut. Mereka sempat ikut kualifikasi Olimpiade 2008. Sekarang ia telah kembali ke Indonesia.

Awal Mula Aji Mengenal Gronya

Dalam wawancara terpisah, Aji mengaku sekarang tinggal di Yogyakarta. Ia berasal dari Klaten, Jawa Tengah. Ternyata Aji merupakan jebolan PB Djarum (1995-2002) dan pernah masuk Pelatnas Cipayung pada 2002-2004, seangkatan dengan Markis Kido dan Hendra Setiawan.  

"Pada 2004 saya dapat tawaran ke Inggris bersama Kak Rexy Mainaky. Jadi di sana saya menjadi pemain, menjadi sparring partner. Di Inggris, saya sekitar setahun lebih. Setelah itu, Kak Rexy ke Malaysia. Saya sempat di Prancis sebentar, lalu diajak ke Malaysia. Di Malaysia sekitar 2005-2006," imbuh Aji.  

Petualangan Aji berlanjut. Berawal dari kenal dengan pemilik klub, Kuala Lumpur Racket Club, Dato Andrew Kam, ada jalan menuju Australia.  

"Ia sangat gila dengan badminton dan bahkan sempat menyalonkan menjadi presiden BWF. Lalu, saat di Malaysia, ia pernah bilang, 'Eh Aji kamu mau tidak kalau ada tawaran main di Australia?'.  Karena saya senang saat tinggal di Eropa, saya berpikir enak juga kalau tinggal di Australia, dekat dengan Indonesia. Saya juga bisa belajar seperti bahasa Inggris. Akhirnya saya pindah ke Australia sekitar tahun 2008," kenang Aji. 

Aji juga menceritakan awal mula mengenal Gronya Somerville. "Waktu di Australia ada yang namanya audisi National Talent Identification Program. Itu hebatnya negara-negara barat, programnya jangka panjang sekitar 10 tahun. Jadi mereka mempersiapkan sejak dini," kata Aji. 

"Di Australia, saya selain menjadi pemain, saya juga diminta untuk sedikit melatih. Bagaimana caranya memajukan bulutangkis di sana. Saya diminta ide-ide juga. Saya juga banyak membina anak-anak, contohnya Gronya," imbuh Aji.

 

Dapat Ucapan Terima Kasih

Di mata Aji, Gronya adalah pemain bertipe fighter. Sang pemain selalu mendapat dukungan penuh dari ibunya. Bahkan sang ibu selalalu mengantar Gronya saat berlatih.

"Dukungan dari mamanya dan Gronya juga sangat kuat dari segi fisik. Secara mental ia tidak mau kalah. Saya senang juga ia bisa berada di posisinya sekarang ini," kata Aji. 

Aji mengaku terakhir bertemu Gronya di Melbourne pada 2008. Saat itu ia sempat liburan. Menurut Aji, saat itu Gronya mengucapkan terima kasih khusus kepada dirinya.  

“Dia mengucapkan terima kasih kepada saya. Katanya berkat saya, dia bisa main bulutangkis. Saya tidak menyangka ia masih ingat. Ya, saya melakukan pekerjaan atau tugas yang terbaik saat itu, dan kalau sekarang ia sukses dan masih ingat dengan saya, saya senang ya," kata Aji. 

 Disadur dari Bola.com (penulis Yus Mei, Published 12/6/2020)

 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yus Mei Sawitri, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan