Sukses

Evan Dimas dan 5 Pemain Timnas Indonesia yang Punya Gaya Main Seperti Pemain Top Dunia

Jakarta - Timnas Indonesiaselalu memiliki pemain-pemain berkualitas dalam setiap generasinya. Tak jarang pemain-pemain berkualitas tersebut ternyata memiliki gaya bermain yang bisa dikatakan mirip dengan bintang sepak bola dunia. Satu di antaranya adalah Evan Dimas.

Pemain yang kini berseragam Persija Jakarta itu dikenal sebagai jebolan Timnas Indonesia U-19 yang berhasil menjadi juara Piala AFF U-19 2013. Evan Dimas yang saat itu menjadi kapten tim dinilai memiliki kemampuan yang luar biasa di lini tengah timnya.

Pemain yang identik dengan nomor punggung 6 itu memiliki gaya bermain seperti mantan bintang Barcelona dan Timnas Spanyol, Andres Iniesta. Keduanya memang memiliki posisi yang sama, yaitu sebagai gelandang yang mengatur  tempo permainan timnya di lini tengah.

Gelandang Indonesia, Evan Dimas, menendang bola saat pertandingan persahabatan melawan Guyana di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu (25/11/2017). Indonesia menang 2-1 atas Guyana. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bahkan Evan Dimas pun mengakui bahwa dirinya mengidolakan Andres Iniesta sejak dulu. Pemain kelahiran Surabaya itu bahkan pernah bertemu langsung dengan sang bintang dunia ketika mendapatkan kesempatan berangkat ke Spanyol dalam sebuah aktivasi kegiatan apparel sepak bola, Nike, pada 2012.

Ketika Evan Dimas bergabung bersama Timnas Indonesia U-22 asuhan Luis Milla di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018, gaya mainnya pun makin kental dengan pemain pujaan yang berasal dari Spanyol. Permainan ala sepak bola Negeri Matador yang diterapkan oleh Luis Milla membuat Evan Dimas makin cemerlang.

Namun, tidak hanya Evan Dimas yang memiliki kemampuan dan gaya bermain seperti bintang dunia. Berikut Bola.com merangkum lima pemain Timnas Indonesia lainnya yang juga punya kesamaan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 6 halaman

Andik Vermansah

Ketika pertama kali muncul baik bersama Persebaya 1927 maupun Timnas Indonesia, Andik Vermansah langsung mendapatkan lampu sorot karena permainan saat mengolah bola. Andik muda bermain dengan kecepatan tinggi dan ditopang tubuh kecil nan mungil yang membuatnya leluasa untuk bergerak saat melakukan dribel bola.

Hal itulah yang membuat julukan Messi Indonesia melekat kepada pemain kelahiran Jember, 23 November 1991 itu. Julukan tersebut terdengar ke seluruh dunia.

Sejumlah media massa, termasuk situs resmi FIFA, pernah menuliskan cerita mengenai Andik Vermansah dan julukan Messi tersebut. Harus diakui bahwa julukan tersebut bukan sekadar stempel belaka.

Pergerakan Andik Vermansah di sisi kanan lapangan dengan kecepatan lari yang luar biasa dan kemampuannya menggocek lawan dan membuat bola tetap berada di antara kakinya, benar-benar memperlihatkan bagaimana Andik bisa bermain selayaknya seorang Lionel Messi bersama Barcelona.

Namun, Andik  mengaku sejatinya kurang nyaman disamakan dengan Lionel Messi. "Saya lebih senang jadi diri sendiri. Messi pemain hebat, Andik hanya pesepak bola kelas kampung," ujar pemain kelahiran 23 November 1991 tersebut.

3 dari 6 halaman

Ricky Fajrin

Ricky Fajrin merupakan satu dari sejumlah andalan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. Pemain yang kini memperkuat Bali United itu dikenal karena memiliki kemampuan bermain di dua posisi berbeda.

Ricky Fafrin sejatinya bermain sebagai bek kiri. Namun, ketika dibutuhkan, pemain kelahiran Semarang, 6 September 1995, itu juga bisa bermain sebagai bek tengah.

Luis Milla sudah mengujinya ketika mempersiapkan tim untuk SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. Ricky sejatinya adalah bek kiri Tim Garuda Muda. Namun, ketika dibutuhkan karena kosongnya posisi bek tengah, ia bisa bergeser ke posisi tersebut.

Hal ini serupa dengan David Alaba. Pemain Bayern Munchen dan Timnas Austria itu dikenal sebagai seorang bek kiri yang tangguh. Namun, dalam beberapa kesempatan, terutama saat bersama Bayern Munchen, pemain berusia 27 tahun itu juga kerap dipercaya sebagai bek tengah.

4 dari 6 halaman

Nadeo Argawinata

Nadeo Argawinata digadang-gadang bakal menjadi kiper andalan Timnas Indonesia di masa depan. Kemampuan apiknya bersama Borneo FC pada musim 2018 dan 2019 membuat Nadeo Argawinata mendapatkan kesempatan bergabung dengan Timnas Indonesia U-22 pada SEA Games 2019.

Postur tubuh kurus tinggi dan raut wajahnya saat itu disamakan dengan kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga. Kiper The Blues asal Spanyol itu hanya dua tahun lebih tua dari Nadeo.

Namun, kesamaan rupa, posisi di lapangan hijau, dan kemampuan mengawal gawang, membuat keduanya diidentikkan ketika Nadeo tampil gemilang di SEA Games 2019.

Sayang, saat itu Nadeo hanya mampu mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dan belum berhasil melepas dahaga selama 28 tahun sejak terakhir kalinya Timnas Indonesia meraih medali emas SEA Games pada 1991.

5 dari 6 halaman

Egy Maulana Vikri

Seperti halnya Andik Vermansah, Egy Maulana Vikri merupakan pemain Timnas Indonesia lain yang juga punya kemampuan seperti Lionel Messi.

Tidak hanya karena julukan yang disematkan oleh pecinta sepak bola Indonesia, Egy memang memperlihatkan permainan yang mirip seperti bintang sepak bola asal Argentina itu.

Dribel bola, kecepatan lari, dan kemampuannya berkelok ketika berhadapan dengan pemain lawan langsung mengingatkan sosoknya dengan Lionel Messi.

Penampilan Egy Maulana Vikri memang mengilap saat membantu Timnas Indonesia U-19 tampil di Turnamen Toulon, Prancis. Egy bahkan mendapatkan penghargaan individu, yaitu trofi Jouer Revelation, sebuah penghargaan yang pernah diraih Zinedine Zidane pada 1991 dan Cristiano Ronaldo pada 2003 ketika mengikuti turnamen yang sama.

Kini Egy Maulana Vikri tengah mencoba meraih impian agar bisa melebihi sang bintang Barcelona. Egy mencoba peruntungan dengan bergabung bersama klub Polandia, Lechia Gdansk, yang menjadi pintu masuk pemain asal Sumatra Utara itu untuk berkiprah di sepak bola Eropa.

6 dari 6 halaman

Febri Hariyadi

Pemain sayap Timnas Indonesia dan Persib Bandung ini dalam beberapa waktu terakhir tengah ramai diperbincangkan menarik minat klub Thailand, Muangthong United. Bahkan media Thailand sempat menuliskan artikel tentang Febri dengan membandingkannya dengan Neymar.

Pemain berusia 24 tahun asal Bandung ini memang punya kemampuan di atas rata-rata untuk pemain seusianya. Febri Hariyadi memang sudah cemerlang sejak pertama kali menjalani debut, baik bersama Persib Bandung maupun Timnas Indonesia.

Bicara soal Timnas Indonesia, di mana Febri Hariyadi merupakan andalan Luis Milla di skuat Garuda Muda yang tampil di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018, Febri memang memperlihatkan performa yang luar biasa di sayap tim.

Meski memiliki kemampuan bermain di kedua sisi sayap, Febri Hariyadi kerap lebih diandalkan di sisi sayap kiri permainan tim. Hal ini serupa dengan Neymar ketika membela Timnas Brasil, Barcelona, maupun kini di Paris Saint-Germain.

Dribel bola, kecepatan yang luar biasa, serta kemampuan mengecoh lawan dengan trik-trik tertentu menjadi kesamaan antara Febri Hariyadi dan Neymar.

Disadur dari Bola.com (Benediktus Gerendo Pradigdo)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.