Deretan Manajer dengan Catatan Terburuk di 5 Klub Besar Liga Inggris

Berikut manajer dengan persentase kemenangan terburuk dari semua klub yang pernah tampil di Liga Inggris.

Diterbitkan 07 Juni 2020, 14:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

London - Liga Inggris telah berjalan selama 28 musim sejak kali pertama bergulir pada 1992-1993, di mana Manchester United (MU) menjadi juara pada musim perdana. Tetapi, setiap tim yang tampil di Liga Inggris, termasuk MU pernah mengalami masa-masa yang buruk.

Hingga kini, Liga Inggris telah berkembang menjadi sebuah kompetisi sepak bola yang bergengsi, kompetitif, dan menarik minat banyak pemain dari seluruh dunia untuk berkiprah di sana.

Jika bertanya kepada setiap orang mengenai klub besar dan hebat di Liga Inggris, jawabannya akan cukup beragam. Tidak seperti ketika bertanya hal yang sama di La Liga Spanyol atau Ligue 1 Prancis. Orang-orang akan menjawab MU, Arsenal, Liverpool, Chelsea, Tottenham Hotspur, dan Manchester City.

Namun, yang menarik. Sepanjang 27 musim yang sudah terlewati, hanya ada enam tim yang sukses menjuarai Liga Inggris. MU menjadi yang paling sukses dengan 13 gelar juara, diikuti Chelsea lima trofi juara, Manchester City empat trofi, dan Arsenal tiga trofi. Dua trofi lain masing-masing menjadi Blackburn Rovers dan Leicester City.

Namun, dari tim-tim yang berhasil menjadi juara tersebut, mereka pernah merasakan momen-momen keterpurukan. Begitu banyak hal menjadi penyebab, termasuk kehadiran seorang manajer yang tidak mampu menerapkan strategi yang membuahkan kemenangan bagi timnya.

Ada begitu banyak manajer di Liga Inggris yang gagal mempersembahkan hasil positif bagi timnya. Daily Mail merangkum manajer dengan persentase kemenangan terburuk dari semua klub yang pernah tampil di Liga Inggris, lima di antaranya gagal mempertahankan kebesaran timnya.

 

George Graham (Arsenal)

Persentase kemenangan: 36,61

George Graham adalah nama yang cukup diingat, di mana ia menghabiskan 15 tahun dalam dua periode sukses bersama Arsenal sebagai pemain maupun manajer. Graham berhasil mendapatkan dua gelar juara liga, dua Piala Liga, sebuah trofi Piala FA, dan Piala Winners untuk Arsenal.

George Graham adalah manajer Arsenal pada musim-musim awal Premier League, tepat sebelum Arsene Wenger datang dan menjadi manajer legendaris The Gunners. Graham tercatat menangani The Gunners selama tiga musim pertama era Premier League.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Penyebab Graham meninggalkan Arsenal adalah karena dipecat setelah menerima uang dalam sebuah kesepakatan transfer ilegal pada 1995. Graham menerima 400 ribu pound dari agen asal Norwegia, Rune Hauge, untuk mendatangkan Pal Lydersen dan John Jensen. Bukan hanya melanggar aturan saat tengah menjadi manajer Arsenal, ia juga kesulitan untuk mempertahankan konsistensi dalam era-era terakhirnya di Highbury. Graham hanya mencatatkan 36,61 persen kemenangan dari 112 pertandingan. Rinciannya, Arsenal meraih 41 kemenangan, 38 hasil imbang, dan 33 kekalahan di era Premier League saat itu. Banyak yang mengatakan, Graham mungkin adalah anomali yang memperlihatkan bahwa seorang manajer tak selalu dinilai hanya dari statistiknya, mengingat masih banyak yang menghormatinya sebagai satu dari beberapa manajer paling sukses yang pernah ada di Arsenal. Sayang, dua gelar juara untuk The Gunners diraihnya pada 1989 dan 1991, sebelum era Premier League.

Halaman
Show All
Benediktus Gerendo Pradigdo, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan