Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Salah Satu Pekerjaan Paling Sulit di Asia

Menurut Simon McMenemy, salah satu pekerjaan tersulit di Asia adalah menjadi pelatih Timnas Indonesia.

Diterbitkan 31 Mei 2020, 09:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
>"Jadi saya harus gagal dua kali untuk sukses. Tapi ketika kamu sudah mengerti apa yang ada di sekitarmu, apa yang bisa kamu kontrol dan tidak. Ketika membawa pelatih asing bukan jawaban. Karena mereka kadang tidak tahu semua permasalahan yang di satu titik akan menjadi masalah mereka," imbuh Simon.

Keluh Kesah Simon McMenemy

Simon memulai debutnya sebagai pelatih Timnas Indonesia dengan hasil positif. Andritany Ardhiyasa dkk mampu dibawanya mengalahkan Myanmar di markas lawan pada partai uji coba, Maret 2019.

Timnas Indonesia lalu kalah 1-4 dari Yordania dan menang 6-0 atas Vanuatu, masih dalam pertandingan persahabatan. Hanya saja ketika mengarungi Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia, tim berjulukan Skuat Garuda ini tidak berdaya.

Saat Timnas Indonesia kalah dua kali di kandang dari Malaysia 2-3 dan 0-3 dari Thailand, suporter mulai mencemooh Simon. Permintaan untuk menuntutnya mundur perlahan berkumandang.

"Anda tahu saya datang dari dua musim yang bagus bersama Bhayangkara FC. Saya dapat dukungan dari banyak pemain. Mereka sangat mendukung. Ini tantangan yang besar. Anda tidak bisa ketika kerja di Indonesia dan tidak merasakan semangat dari suporter. Tidak merasakan mereka di belakangmu saat mendukung atau melawanmu sama saja. Kamu bisa merasakan semangatnya. Dan ingin menjadi bagian dari itu. Dan sejujurnya saya ingin membuat perbedaan," jelas Simon.

"Saya sangat ingin membuat Timnas Indonesia lebih baik. Saya punya beberapa ide yang bisa membantu. Hal yang mungkin berbeda dengan pelatih sebelum-sebelumnya. Tapi, Anda tahu. Bisa terjadi bisa juga tidak. Anda ke sana dengan niat terbaikmu untuk melakukan perbaikan. Namun kadang tidak berjalan sesuai rencana," ucapnya.

Sumber: YouTube BangBes

Disadur dari Bola.com (Penulis Muhammad Adiyaksa / Editor Wiwig Prayugi, Published 30/5/2020)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Muhammad Adi Yaksa, Bogi Triyadi, Wiwig PrayugiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan