Sukses

Kisah Mental Juara Cristiano Ronaldo, Langsung Latihan Usai Juara Liga Champions bersama MU

Manchester - Mentalitas juara Cristiano Ronaldo tak perlu diragukan lagi. Banyak cerita yang bergulir mengenai semangat, kerja keras, dan determinasinya untuk menjadi pesepak bola terbaik di kolong bumi. 

Cerita yang satu ini mungkin satu di antara bukti yang terbaik dari deterimasi dan mental juara Cristiano Ronaldo, yaitu apa yang dilakukannya tak lama setelah menjuarai Liga Champions bersama Manchester United pada 2008. 

Ronaldo memenangi trofi Liga Champions pertamanya pada 2008 ketika Manchester United mengalahkan Chelsea melalui adu penalti di Moskow. Kiper MU, Edwin van der Sar menjadi pahlawan kemenangan Setan Merah dengan menepis penalti Nicolas Anelka. 

Cristiano Ronaldo mencetak gol pada pertandingan itu melalui sundulan, tapi kemudian gagal saat adu penalti. Saat dia berpikir kegagalannya bakal menjadi bencana bagi MU, John Terry terpeleset saat mengambil penalti. Sisanya adalah sejarah. 

Menurut sepupu Ronaldo, Nuno Viveiros, meskipun sangat menikmati gelar Liga Champions pertamanya, pemain Portugal itu tak butuh pesta berlebihan. Alih-alih bersenang-senang, dia langsung berlatih ketika tiba di Manchester. 

"Saya tinggal di rumah Cristiano Ronaldo selama lima tahun, sebuah momen yang tak terlupakan," kata Nuno membuka sesi wawancara dengan Tuttosport, seperti dilansir Sportbible, Kamis (21/5/2020). 

"Malam itu MU menjuarai Liga Champions 2008. Ingatkah Anda dengan final di Moskow melawan Chelsea yang berkesudahan dengan adu penalti?" 

"Apakah Anda tahu apa yang dilakukan Cristiano ketika dia kembali ke Manchester malam itu? Dia pergi berlatih. Dia berlatih setelah menjadi juara. Juara Eropa di usia 23 tahun. Ia memang seperti itu. Dia benar-benar putra Madeira," imbuh Nuno mengenai mentalitas Cristiano Ronaldo

2 dari 2 halaman

Dedikasi, Perilaku Positif, dan Kompetitif

Cristiano Ronaldo benar-benar terobsesi dengan kesempurnaan. Mantan pelatih kebugaran Ronaldo, Giovanni Mauri, mengatakan sang pemain mengikuti dua sesi gym setelah lawatan melelahkan di Liga Champions. 

"Cristiano seorang fenomenal dan atlet level elite," ujar Mauri. 

"Ia selalu berlatih dengan level sebaik mungkin karena caranya bekerja dapat digambarkan menjadi tiga hal: dedikasi, kompetif, dan perilaku positif." 

"Kita bicara tentang pemain kelas dunia yang ketika pulang dari laga tandang Liga Champions pada pukul 02.00 dini hari, tak langsung pulang ke rumah. Dia akan berhenti di pusat latihan setidaknya selama sejam untuk menjalani berbagai latihan pemulihan," imbuh Mauri.  

Sumber: Tuttosport, Sportbible

Disadur dari Bola.com (Yus Mei Sawitri/Yus Mei Sawitri, published 26/5/2020)