Sukses

Perlakuan Brutal Schmeichel yang Bikin Neville Jadi Bek Tangguh di MU

Manchester - Bek legendaris Manchester United (MU), Gary Neville, menjalani tahun-tahun pertama yang berat di tim senior Setan Merah. Dia mengaku kerap mendapatkan perlakuan tak mengenakkan dari kiper legendaris MU, Peter Schmeichel.

Bahkan, menurut Gary Neville  perlakuan Schmeichel terhadap dirinya brutal. Dia disebut tak cukup bagus untuk bermain di MU

Meski demikian, ia menyadari sikap kiper asal Denmark tersebut telah membuatnya menjadi bek yang tangguh di Manchester United.  

Setelah menimba ilmu di akademi Manchester United, Neville promosi ke tim senior pada 1992. Dia baru benar-benar masuk skuad utama Setan Merah pada musim 1994-1995. 

Paul Parker merupakan bek kanan pilihan utama Sir Alex Ferguson sebelum cedera engkel membuatnya tak bisa lagi bermain reguler. Posisinya digantikan oleh Gary Neville. 

Setelah menerobos tim utama, Neville mengaku mendapat pujian dari Steve Bruce. Namun, Schmeichel bersikap sebaliknya. Dia terus bersikap keras terhadap bek berkebangsaan Inggris tersebut. 

"Salah seorang yang bersikap paling keras terhadap saya jelas Peter Schmeichel. Dia brutal terhadap saya pada satu atau dua tahun pertama," kata Neville, kepada Sky Sports

"Sedangkan yang benar-benar membantu saya pada satu atau dua tahun pertama adalah Steve Bruce. Dia seperti tangan kanan pelatih di sektor pertahanan. Saya menjadi bek kanan ketika Paul Parker cedera. Park seorang bek brilian, tapi sayangnya punya masalah engkel. Jadi saya kemudian dapat kesempatan di tim utama ketika dia bermasalah dengan engkelnya."

"Bruce menjaga saya. Dia yang benar-benar mengajari saya sepanjang pertandingan. Dia tak pernah diam. Dia yang mengajari saya menjadi seorang pesepak bola dan bek di MU," sambung Gary Neville . 

 

2 dari 3 halaman

Tak Bosan Mengkritik Neville

Peter Schmeichel yang juga berperan penting di sektor pertahanan bersikap sangat berbeda. Dia tak pernah bosan mengkritik Neville. 

"Schmeichel terus menerus, setiap hari, bersikap keras terhadap saya pada setiap hari latihan. Dia bilang bahwa saya tak mampu menggantikan Paul Parker. Dia berpikir saya tak mendekati kehebatan Paul Parker sebagai seorang bek," kenang Neville. 

"Itu mungkin memang benar. Paul Parker adalah bek yang luar biasa. Empat bek  Parker, Bruce, Gary Pallister, dan Deni Irwin bermain untuk dua atau tiga tahun dan tetap clean sheets. Saya orang pertama yang mematahkannya dan Peter Scmeichel melihat tanda bahaya. Saya adalah risiko." 

 

3 dari 3 halaman

Momen Berat

"Mereka memberikan momen yang berat kepada saya. Saya merasa diperlakukan brutal. Tapi, itu membuat saya tangguh. Saya menyadari mereka jelas ingin tim menang," imbuh Neville. 

Sumber: Sky Sports

Disadur dari Bola.com (Yus Mei Sawitri)