5 Hal yang Mungkin Terjadi Andai Sir Alex Ferguson Tak Pernah Menjadi Manajer MU

Bersama Sir Alex Ferguson, MU mencapai masa-masa keemasan mereka. Karena Ferguson, MU terkenal di seluruh penjuru dunia.

Diterbitkan 09 Mei 2020, 17:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

MU Bukan Klub Nomor Satu di Dunia

13 trofi adalah alasan kuat mengapa MU bisa bekermbang menjadi tim nomor satu di dunia. Kerja keras Fergie mulai terwujud pada 1993, yang terus berkembang sampai 2000-an.

Skuat MU pada 1992-94 itu begitu populer, dengan nama pemain andalan seperti Eric Cantona. Lalu, Fergie bisa menjaga regenerasi kekuatan MU ketika pemain-pemain mudanya bisa menjuarai Liga Champions 1998/99 sekaligus meraih treble.

Kemenangan-kemenangan inilah yang membesarkan nama MU di dunia. Terlebih, MU bermain dengan filosofi yang memikat, tim berani yang terus menang. Sejak 1993 itulah popularitas MU meningkat di seluruh dunia dan bertahan sampai saat ini

Andai tidak ada Ferguson, sepertinya hanya Real Madrid dan Barcelona yang bisa jadi raja sepak bola dunia.

 

 

Belum Ada Tim Inggris yang Raih Treble

Menyinggung kejayaan 1990-2000 , jelas pencapaian terbesar Fergie sebagai manajer MU adalah meraih treble winners pada musim 1998/99.

Terbukti, sampai sekarang belum ada tim Inggris lainnya yang mampu menyandang status prestisius itu. Hanya MU yang bisa mengawinkan gelar Premier League, FA Cup, dan Liga Champions.

Liverpool boleh jadi merupakan tim Inggris paling sukses di Liga Champions dengan 6 trofi. Tapi, mereka pun tidak bisa menyamai torehan treble istimewa milik Setan Merah.

Sampai saat ini, hanya ada 7 klub Eropa yang pernah meraih treble. MU merupakan anggota klub terbatas istimewa itu.

 

 

Ryan Giggs Jadi Legenda Manchester City

Ryan Giggs muda mencuri perhatian MU dan Manchester City. Saat itu, bahkan dia pernah berlatih untuk City di usia belia.

Andai Ferguson bukanlah manajer MU di 1986, dia tidak akan mengirim pemandu bakat untuk mengamati permainan Giggs. Ferguson mungkin tidak akan pernah mendatangi rumah Giggs pada 1987 untuk menawarinya kontrak dua tahun.

Untungnya Ferguson mengambil langkah lebih cepat, jika tidak Giggs bakal jadi pemain City. Jika itu terjadi, Giggs bisa menyumbangkan kemampuannya untuk mengembangkan nama besar City bertahun-tahun silam.

Tanpa Ferguson, mungkin City bisa jadi tim yang lebih sukses di antara dua tim lokal asli Manchester.

 

 

Juara Liga Inggris Lebih Variatif

Era Liga Inggris dimulai pada 1992, bertepatan dengan kebangkitan MU bersama Fergie. Sampai sekarang, telah berjalan 27 musim Liga Inggris dengan beberapa tim yang berhasil jadi nomor satu.

Kendati demikian, jika ditelaah lebih dalam lagi, sebenarnya tidak banyak tim-tim yang punya kesempatan jadi juara. MU saja bisa meraup nyaris separuh trofi dari 27 musim tersebut, yakni dengan 13 trofi.

Artinya, hanya ada 14 musim lainnya yang dimenangi oleh tim-tim lain. Tidak terlalu banyak, hanya ada Blackburn, Arsenal, Chelsea, Leicester, dan Man City, yang berbagi 14 trofi selain milik MU.

Andai Ferguson tidak mengembangkan MU terlalu kuat, bisa saja tim-tim yang menjuarai Premier League lebih bervariasi.

Sumber: Berbagai Sumber

Disadur dari Bola.net (Penulis Richard Andreas, Published 9/5/2020)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan