Kenali 8 Penyebab Lemas Saat Menjalani Ibadah Puasa di Bulan Ramadan

Menjalankan ibadah puasa tentu tidak cukup hanya mengandalkan siap menjaga haus dan lapar saja selama 14 jam. Tetapi juga harus siap untuk tetap produktif selama menjalankannya di bulan Ramadan ini.

Diterbitkan 08 Mei 2020, 13:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tubuh melakukan banyak hal saat tidur, termasuk menyimpan memori dan melepaskan hormon yang mengatur tingkat metabolisme dan energi tubuh kita. Menurut American Academy of Sleep Medicine and Sleep Research Society, orang dewasa membutuhkan rata-rata 7 jam tidur per malam untuk kesehatan yang optimal.

Setelah tidur malam dengan kualitas tinggi, biasanya pada keesokan harinya akan terbangun dengan perasaan lebih segar, lebih waspada, dan lebih berenergi.

3. Tidak Produktif

Menjadi lebih aktif dan produktif di keesokan hari merupakan salah satu kunci tubuh tidak mengalami kondisi lemas saat puasa. Jangan sampai saat menjalankan ibadah puasa, justru di siang harinya hanya tidur seharian. Kebiasaan terlalu berlebihan beristirahat inilah yang akan membuat tubuh menjadi semakin lemas.

Penelitian juga menunjukkan bahwa berolahraga dapat mengurangi rasa lelah pada orang yang sehat, maupun mereka yang menderita penyakit lain termasuk berpuasa. Saat sedang berpuasa, sebenarnya sangat dianjurkan untuk tetap berolahraga. Tujuannya agar kondisi fisik menjadi lebih bugar. Namun tetap lakukan dengan durasi secukupnya dan intensitas yang tidak memberatkan puasa.

4. Tidak Cukup Kalori

Mengonsumsi terlalu sedikit kalori juga dapat menyebabkan badan menjadi lemas saat menjalankan ibadah puasa. Tentu saja tubuh menggunakannya untuk bergerak dan memicu proses seperti bernapas dan mempertahankan suhu tubuh agar tetap konstan.

Kebanyakan orang membutuhkan minimal 1.200 kalori per hari untuk mencegah perlambatan metabolismenya. Jadi memenuhi kebutuhan kalori dengan konsumsi karbohidrat ini sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh saat akan menahan haus dan lapar selama 14 jam.

Ketika tubuh hanya diberi asupan makan dengan terlalu sedikit kalori, metabolisme akan melambat untuk menghemat energi. Hal ini kemudain akan berpotensi menyebabkan kelelahan. Kebutuhan kalori seseorang tergantung pada berat badan, tinggi badan, usia, dan faktor lainnya.

Penyebab Lain

5. Pola Tidur Salah

Selain kurang tidur, tidur di waktu yang salah juga dapat mengurangi stamina dan energi saat puasa. Tidur di siang hari dengan durasi waktu yang cukup lama juga akan mengganggu ritme sirkadian tubuh kita. Tidur siang memang dianjurkan, tetapi lebih baik untuk tidur siang dengan durasi 15-20 menit saja.

Menurut sebuah penelitian, ketika pola tidur tidak selaras dengan ritme sirkadian maka kelelahan kronis dapat berkembang. Ini akan menjadi masalah yang umum terjadi pada orang yang bekerja dengan sistem shift atau kerja malam. Kondisi ini juga rentan dialami oleh orang yang sedang berpuasa.

6. Tidak Mengonsumsi Cukup Protein

Ternyata asupan protein yang rendah bisa memengaruhi kondisi tubuh saat berpuasa. Tentu saja, mengonsumsi protein memang ditujukan untuk meningkatkan laju metabolisme tubuh lebih dari yang dihasilkan oleh karbohidrat atau lemak.

Menurut sebuah penelitian di Korea Selatan, ditemukan seorang mahasiswa yang mengonsumsi makanan berprotein tinggi seperti ikan, daging, telur dan kacang-kacangan setidaknya dua kali sehari, ternyata jarang sekali mengalami kelelahan.

7. Dehidrasi

Dehidrasi juga merupakan kondisi kekurangan cairan yang biasa dialami oleh orang yang menjalankan ibadah puasa. Kondisi ketika tubuh tidak minum cukup cairan untuk bisa menggantikan air yang hilang melalui urine, feses, keringat, dan nafas. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa dehidrasi ringan dapat menyebabkan tingkat energi yang lebih rendah dan penurunan kemampuan untuk berkonsentrasi

Jadi memang menjaga tubuh agar tetap terhidrasi sangat penting untuk memiliki tingkat energi yang baik saat akan berpuasa. Mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih bisa dilakukan saat buka puasa, malam hari, dan saat sahur. Dan jika tidak terlalu suka mengonsumsi terlalu banyak air putih bisa juga dengan mengonsumsi buah, sayur, dan masakan yang mengandung air tinggi.

8. Stres Kronis

Ternyata stres kronis memiliki efek mendalam pada tingkat energi dan kualitas hidup saat menjalankan ibadah puasa. Menurut sebuah penelitian, meskipun stres adalah hal yang normal, tetapi tingkat stres yang berlebihan juga dapat mengakibatkan kelelahan. Selain itu, respons pikiran terhadap stres juga bisa memengaruhi kondisi tubuh saat puasa. Hingga membuat kondisi tubuh menjadi lebih lemas dari biasanya.

Disadur dari: Kanal Ramadan Liputan6.com (penulis Laudia T, editor Nanang F, published 8/5/2020)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Adyaksa VidiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Ramadan adalah bulan suci umat Islam yang dirayakan dengan cara melaksanakan puasa selama satu bulan penuh.
    Bulan Ramadan adalah periode suci bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk berpuasa, meningkatkan ibadah, dan mempererat tali silaturahmi, dengan panduan lengkap mencakup jadwal, fiqih, gaya hidup, ekonomi, dan kesehatan.
    Ramadan
  • liputan6
    Ramadan adalah bulan suci umat Islam yang dirayakan dengan cara melaksanakan puasa selama satu bulan penuh.
    Ramadan Update
  • Festival Ramadan 2020