5 Kesalahan Besar MU Sejak Era David Moyes

Moyes sudah enam tahun meninggalkan MU. Namun Setan Merah masih belum berjaya.

Diterbitkan 24 April 2020, 06:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Namun, Pogba hanya membawa kekecewaan. Bakatnya jelas luar biasa, terbukti saat membantu Prancis menjuarai Piala Dunia 2018. Namun, entah mengapa Pogba dalam kostum Manchester United jauh berbeda.

Dia masih pemain paling berbakat dalam skuat Manchester United yang sekarang, yang terbukti dengan 31 gol dan 31 assists dalam 150 pertandingan. Namun, sudah cukup jelas bahwa Pogba sedang mencari jalan keluar dari Old Trafford.

3. Kebijakan Transfer Buruk

Tanpa direktur teknik, kebijakan transfer Manchester United benar-benar buruk pasca-kepergian Moyes. Fans sampai bertanya-tanya apakah klub kesayangan mereka masih menarik bagi pemain-pemain top.

Van Gaal dan Mourinho tidak bisa berdalih, kebijakan transfer mereka buruk, atau mungkin klub yang tidak bisa membelikan pemain sesuai keinginan mereka.

Empat dari daftar 10 besar pembelian termahal Manchester United ada di era Mourinho: Pogba, Romelu Lukaku, Fred, dan Nemanja Matic. Belum lagi pemain-pemain mahal lainnya seperti Alexis Sanchez, Victor Lindelof, dan Henrikh Mkhitaryan.

Van Gaal juga bersalah. Dia membeli Angel Di Maria, Morgan Schneiderlin, Memphis Depay, Matteo Darmian, dan Bastian Schweinsteiger, semua pemain itu sudah tidak berkostum Manchester United.

4. Alexis Sanchez

Saking buruknya, pemain Chile ini bahkan dibuatkan nomor sendiri. Entah apa yang dipikirkan Manchester United saat memutuskan transfer Sanchez, mungkin hanya ingin melukai Man City.

Sanchez memang bermain apik di Arsenal. Dia salah satu permain paling penting yang terbukti dengan 80 gol dalam 166 pertandingan. Namun, begitu pergi dari Arsenal, gol-gol Sanchez hanya tinggal kenangan.

Masalahnya sederhana, Manchester United tidak benar-benar membutuhkan Sanchez. Manchester United sudah punya banyak pemain muda di pos sayap kiri, yang merupakan posisi bermain Sanchez.

Kehadiran Sanchez justru pernah menghambat perkembangan Marcus Rashford dan Anthony Martial, lalu ddia menepi beberapa bulan karena cedera. Hanya itu kegiatan Sanchez di Manchester United.

5. Gagal Merekrut Jurgen Klopp

Sekarang Manchester United hanya bisa menyesal dan berandai-andai. Ternyata dahulu mereka nyaris mendapatkan Jurgen Klopp, seandainya ini terwujud.

Kala itu, menjelang kepergian Moyes, Ed Woodward terbang ke Jerman untuk mencoba merayu Klopp. Sayangnya rayuan Woodward benar-benar buruk, dia menjual Manchester United sebagai tempat ajaib di mana talenta terbaik tercipta dan mimpi bisa jadi nyata.

Klopp merasa aneh dengan cara Woodward merayunya dan memilih bertahan di Dortmund. Beberapa bulan setelahnya, Liverpool datang dengan penawaran yang lebih baik dan Klopp setuju pindah.

Sumber: FourFourTwo

Disadur dari: Bola.net (Richard Anderas, published 23/4/2020)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan