Sukses

Pemain Chelsea Setuju Pemotongan Gaji akibat Pandemi Corona Covid-19

London - Para pemain Chelsea hampir mencapai kesepakatan soal pengurangan gaji akibat pandemi corona Covid-19. Negosiasi yang dipimpin kapten The Blues Cesar Azpilicueta mulai menemui titik terang.

Melansir Football London, Senin (20/4/2020), awalnya, pihak Chelsea ingin pengurangan 30 persen sesuai rekomendasi Premier League. Namun, pihak pemain hanya bersedia dipotong 10 persen dari gaji yang diterima.

Manajer Frank Lampard dan staf kepelatihan juga bersedia mendapat pengurangan gaji. Namun, negosiasi mereka diadakan secara terpisah dengan direktur klub, Marina Granovskaia.

Pengeluaran Chelsea untuk upah senilai 285 juta paun per tahun (Rp. Ini membuat The Blues menempati urutan keenam klub yang royal menggaji pemain di Eropa.

Jumlah ini kemungkinan akan naik seiring dengan kesepakatan kontrak baru. N'Golo Kante adalah pemain dengan gaji tertinggi di Chelsea.

Pemain berpaspor Prancis itu mendapat gi 290 ribu paun per pekan. Selama penundaan kompetisi, Chelsea memutuskan untuk tidak memecat staf yang bekerja di luar lapangan. Mereka tetap membayar gaji para pekerja harian seperti, katering, pelayan, dan pekerja hotel.

2 dari 2 halaman

Gratiskan Pelayanan Hotel untuk NHS

Dalam upaya ikut memerangi pandemi virus corona, manajemen Chelsea juga akan membuka Copthorne Hotel di Stamford Bridge untuk pekerja NHS jika akomodasi di Hotel Millennium mencapai kapasitas. Hotel yang memiliki 160 kamar ini akan tersedia bagi tenaga medis dan tersedia secara gratis.

Klub juga memberikan donasi untuk membantu para pekerja dan lansia yang terdampak COVID-19. Sejumlah badan amal seperti Age UK dan Refuge juga menerima dukungan dari Chelsea Foundation.

Sumber: Football London

Disadur dari Bola.com (Penulis Hanif Sri Yulianto / Editor Aning Jati, Published 20/4/2020)