3 Pesepak Bola yang Pernah Bermusuhan dengan Jurgen Klopp

Meski menorehkan prestasi mengilap bersama Borussia Dortmund dan Liverpool, Jurgen Klopp pernah terlibat perselisihan dengan pemainnya.

Diterbitkan 11 April 2020, 17:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Setelah sang pemain pindah ke Fenerbahce, salah satu teman Skrtel mengunggah foto di Instagram dan dalam keterangan di foto tersebut, ada banyak hashtag termasuk satu yang menghina Klopp.

Skrtel membalas hashtag tersebut dengan menulis "hashtag pertama sangat top", diikuti dengan simbol orang sedang tertawa. Teman Skrtel itu membalasnya dengan menulis "Semoga Jurgen tak melihat ini". Namun, Skrtel memberikan balasan berupa "Saya berharap dia melihatnya".

Setelah postingan itu menjadi viral, Skrtel kemudian memberikan penjelasan di akun Instagram-nya. Namun, hal itu sudah menunjukkan jika dia tidak memiliki hubungan yang bagus dengan Klopp saat meninggalkan klub.

Mamadou Sakho

Dari skuat yang diwarisi Klopp di Liverpool, satu-satunya bek yang memenangkan Liga Champions musim lalu adalah Dejan Lovren. Namun, siapa sangka kalau pemain Kroasia itu bisa bertahan lebih lama dari semua orang termasuk Mamadou Sakho.

Sakho adalah pemain kunci Liverpool yang berhasil mencapai dua final pada musim 2015-2016. Namun, dia melewatkan final Liga Europa karena dihukum larangan bermain 30 hari akibat diduga melanggar aturan anti-doping. Tetapi, pembakar lemak yang diminumnya tidak ditemukan dalam daftar zat terlarang oleh UEFA.

Saat tur pramusim Liverpool di Amerika Serikat, Jurgen Klopp memulangkan Sakho karena tidak menghormati aturan tim. Klopp mengungkapkan pemain Prancis itu terlambat dalam penerbangan tim, melewatkan sesi rehabilitasi (dia mengalami cedera saat itu) dan terlambat untuk makan bersama tim.

Sakho kemudian meminta maaf kepada manajer dan rekan satu timnya dan juga membayar denda. Tetapi itu ternyata tidak cukup untuk Klopp.

Sakho kemudian diturunkan ke tim cadangan dan Liverpool berusaha untuk menjualnya pada musim panas, namun sang pemain tetap bertahan.

Namun, dia tidak bermain untuk tim senior meski ada masalah di pertahanan Liverpool dan pada September 2016. Sakho menggunakan Snapchat untuk menyuarakan rasa frustrasinya sebelum pertandingan Liverpool melawan Leicester, dan Klopp meresponsnya dengan mengatakan bahwa situasinya tidak positif.

Dia menghabiskan paruh kedua musim 2016-2017 dengan status pinjaman di Crystal Palace. Saat Palace meraih kemenangan di Anfield, dia melakukan selebrasi dengan Christian Benteke yang membuat banyak penggemar kesal.

Pada musim panas berikutnya, Liverpool melepasnya secara permanen ke The Eagles.

Ivan Perisic

Ivan Perisic adalah pemain kunci Inter Milan dan Kroasia, serta sudah dikaitkan dengan Manchester United dan Arsenal. Namun, sebelum tenar di Inter, dia pernah bermain di bawah Klopp ketika di Borussia Dortmund.

Persic bergabung dengan Dortmund pada 2011 dan memenangkan gelar ganda domestik dengan tim pada musim debutnya, serta mencetak sembilan gol dan enam assist. Musim berikutnya, dia kesulitan mendapatkan waktu bermain karena pemain baru Marco Reus menjadi sangat penting di klub.

Dalam sebuah wawancara dengan Nova TV, Perisic melampiaskan rasa frustrasinya.

"Saya tidak bisa senang dengan situasi saya di klub. Saya tidak mendapatkan banyak waktu di lapangan, seperti tahun lalu," ujar Perisic.

"Kami tidak memiliki hubungan. Dia adalah pelatih terbaik di Jerman saat ini, nomor satu, semua orang menerima peran bawahan dan memang demikian, apa yang kami capai di Dortmund selama beberapa tahun terakhir adalah unik," lanjutnya.

"Suasana di tim sangat sempurna, tetapi dia memiliki tiga hingga empat pemain yang dia diskusikan. Kami semua adalah pro, melakukan pekerjaan mereka."

Klopp tidak menerima komentar Perisic dan membalas dengan keras.

"Rengekan publik milik taman kanak-kanak, bukan milik dunia orang dewasa. Jika dia tidak bermain, seorang pesepak bola profesional harus tutup mulut, bekerja keras dan membuat pelatih memilihnya - tidak mengeluh tentang hal itu kepada wartawan," tegas Klopp beberapa tahun lalu.

Pada Januari 2013, Dortmund menjual Perisic ke VfL Wolfsburg dan itu adalah keputusan yang buruk. Mereka mencapai final Liga Champions, tetapi mereka tidak diperkuat Mario Gotze yang cedera di final dan Klopp harus menggantikannya dengan Kevin Grosskreutz. Tidak diragukan lagi kalau Perisic sebenarnya bisa menjadi alternatif yang jauh lebih baik.

Sumber: Fox Sports Asia

Disadur dari: Bola.net (Penulis: Aga Deta)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rizki Hidayat, Ario Yosia, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan