Sukses

Klub-Klub Liga Inggris Tolak Mentah-Mentah Tawaran Akhiri Musim Ini di China

Liputan6.com, London - Klub-klub Liga Inggris kompak menolak proposal tawaran kontroversial untuk menyelesaikan sisa pertandingan musim ini di China. Liga Inggris dilaporkan akan rugi 762 juta pound sterling jika gagal menyelesaikan musim ini.

Akibat pandemi virus corona Covid-19 yang belum bisa dikendalikan, nyaris seluruh kompetisi sepak bola di Eropa, termasuk Liga Inggris harus dihentikan sementara.

Sederet kompetisi sedang berjuang menemukan cara untuk menyelesaikan sisa pertandingan musim ini. Salah satu pengusaha China yang namanya dirahasiakan memiliki ide membawa Liga Inggris ke negaranya.

Seperti dilaporkan Athletic, tawaran kontroversial ini jelas ditolak oleh seluruh klub. Sebab, China merupakan tempat berawal virus corona Covid-19 muncul dan situasi di sana juga belum benar-benar pulih dari pandemi.

Mirror melansir bahwa seorang ketua eksekutif Liga Inggris mengatakan soal munculnya proposal tersebut. Namun, tawaran itu tidak diterima dengan baik oleh klub-klub karena risiko besar yang harus diambil. "Jika kami mengambil kompetisi Liga Inggris dan memindahkannya ke bagian lain di dunia saat ini, kami akan dihajar habis-habisan," kata sumber tersebut.

"Suatu hari, seseorang menuduh kami berada dalam gelembung. Saya merasa sepertinya mereka sedikit benar saat ini, meskipun saya tidak sependapat, saya dapat melihat mengapa orang berpikir kami seperti itu," bebernya.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

 

2 dari 3 halaman

Buang-Buang Energi

Kebijakan untuk memindahkan Liga Inggris ke China dianggap mustahil. Sebab, menyelesaikan musim ini di negara lain akan buang-buang energi dan biaya yang sangat besar.

"Katakan saja kami semua ingin memulai liga kembali dan kehidupan yang normal. Sayangnya hanya Tuhan dan pandemi yang bisa membuat keputusan ini. Dan sepertinya tidak mungkin," tutur sumber itu.

 

3 dari 3 halaman

Kontroversial

Proposal kontroversial ini memberikan segudang masalah bagi klub, tidak lebih dari mimpi buruk logistik untuk memindahkan pemain dan staf untuk perjalanan sekitar 5.055 mil ke China.