Sukses

Corona Covid-19 Bikin Kantong Klub Kering, Operator Liga Inggris Adakan Rapat

Liputan6.com, London - Pandemi virus corona covid-19 masih belum mereda. Virus yang pertama kali ditemukan di Tiongkok itu pun membuat sejumlah kompetisi sepak bola di Eropa terhenti.

Salah satu kompetisi yang berhenti sementara adalah Liga Inggris. Keputusan itu membuat ekonomi klub Liga Inggris morat-marit.

Seperti dilansir Sportskeeda, otoritas terkait pun bakal rapat demi membahas kondisi tersebut.

"Operator Liga Inggris, Divisi Championship (EFL), dan Asosiasi Pemain (PFA) akan bertemu demi membahas dampak covid-19 yang semakin serius," tulis pernyataan resmi mereka.

Virus corona telah menjadi pandemi di seluruh dunia. Di Eropa menurut data New York Times, Sabtu (28/3/2020) , Italia menjadi negara terparah dengan 86.498 kasus positif.

Dari jumlah itu, sebanyak 9.134 orang meninggal dunia. Di Britania Raya sendiri, ada 14.579 kasus dengan 759 orang meninggal lantarna virus corona itu.

Pemerintah Inggris pun telah melakukan lockdown demi menekan angka penyebaran virus. Para warga diimbau untuk berdiam diri di rumah.

 

 

2 dari 3 halaman

Dampak Ekonomi

Lebih lanjut, ketiga pihak tersebut menyadari ada dampak ekonomi dari penghentian kompetisi karena virus corona. Untuk itu, pertemuan pun akan fokus mencari solusi agar dampak ekonomi itu tidak parah.

"Liga Inggris, EFL, dan PFA setuju, keputusan sulit harus dibuat agar dampak ekonomi dari penghentian kompetisi dapat dikendalikan," tulis pernyataan resmi ketiganya.

3 dari 3 halaman

Pemotongan Gaji

Di sisi lain, beberapa klub Eropa sebelumnya sudah memotong gaji para pemain agar keuangan klub terkendali. Selain itu, pemotongan gaji juga dilakukan untuk membantu petugas medis menghadapi virus corona.

Beberapa klub yang dikabarkan mengambil kebijakan itu adalah Barcelona dan Borussia Dortmund. Para pemain dari kedua tim tersebut rumornya tidak keberatan.