Sukses

Kurniawan Dwi Yulianto Kumpulkan Dana untuk Beli APD Tenaga Medis

Sabah - Kurniawan Dwi Yulianto tak mau ketinggalan dalam upaya membantu melawan pandemi Corona Covid-19 Legenda sepak bola Indonesia ini mengumpulkan dana yang akan digunakan dalam upaya memberantas pandemi ini.

Kurniawan Dwi Yulianto, melalui platform crowdfunding, mengajak publik turut serta dalam upayanya tersebut. Rencananya, dana yang terkumpul, akan dibelikan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis yang berjuang di garis depan pemberantasan wabah ini.

Dalam upayanya ini, Kurniawan tak sendirian. Ia menggandeng Yayasan Olahraga Anak Nusantara (YOAN), sebuah yayasan pendidikan anak usia dini. Selain itu, pelatih Sabah FA ini juga menggandeng beberapa rekannya, Supriono Prima dan Ibnu Jamil.

Dari dua hari pengumpulan dana ini sudah terkumpul lebih dari Rp. 2 juta. Hasil ini didapat dari 12 donatur. Masih ada 27 hari lagi sebelum donasi ditutup. 

Saat ini, pandemi Corona kian merebak. Jumlah penderita yang terjangkit virus tersebut pun kian banyak. Seperti di berbagai negara lainnya, tim medis Indonesia pun menjadi garda terdepan mengadang persebaran virus tersebut.

Namun, ibarat berperang, tim medis Indonesia berperang tanpa amunisi mumpuni. Bahkan, untuk urusan APD pun, mereka sangat kekurangan.

Kondisi ini memantik keprihatinan sejumlah pihak. Selain Kurniawan Dwi Yulianto, ada sejumlah tokoh publik lain yang juga terlibat kampanye serupa.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Saran untuk Masyarakat

Lebih lanjut, Kurniawan Dwi Yulianto mengaku bahwa upayanya ini merupakan bentuk kepeduliannya pada situasi yang ada saat ini. Menurut pelatih berusia 43 tahun tersebut, semua pihak harus saling membantu saat ini.

"Kita semua harus peduli dengan situasi ini. Apa pun caranya, ayo kita sama-sama saling bantu untuk memerangi wabah ini," kata Kurniawan.

Menurut Kurniawan, ada yang paling mudah untuk membantu upaya memberantas virus yang menyerang saluran pernapasan ini. Satu di antaranya, sambung pria yang saat ini berdomisili di Malaysia tersebut, adalah tidak mengganggu upaya pemberantasan wabah ini.

"Kalau tidak bisa membantu, minimal tidak menyusahkan. Mengikuti arahan pemerintah itu sudah cukup membantu," tandasnya.

 

Disadur dari: Bola.net (Penulis Dendy Gandakusumah / Editor Serafin Unus Pasi, published 27/3/2020)