7 Fakta Penting Virus Corona Penyebab COVID-19 yang Wajib Diketahui

Pemberitaan terkait COVID-19 mengalir deras karena menjadi perhatian seluruh lapisan masyarakat.

Diterbitkan 26 Maret 2020, 07:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Virus Corona sebenarnya telah teridentifikasi hampir enam dekade terakhir. Kasus SARS-CoV pertama kali muncul pada November 2002 di China.

Epidemi SASR berakhir pada pertengahan 2003 dan telah menjangkiti 8098 orang di beberapa negara.

Negara yang pernah terjangkit wabah SARS, seperti Hong Kong, Vietnam, Singapura, Indonesia, Malaysia, Inggris, Italia, Swedia, Swiss, dan Rusia, hingga Amerika Serikat.

Sedangkan MERS pertama kali dilaporkan pada November 2012 di Arab Saudi. MERS memakan korban jiwa sekitar 858 orang dan mewabah tiga kali, yakni pada 2012, 2016, dan 2018.

4. Tingkatan Fatal yang Berbeda

Virus Corona menyebabkan tiga penyakit yang hampir serupa, seperti COVID-19, SARS CoV, dan MERS CoV.

Namun, ketiga penyakit tersebut memiliki tingkatan risiko kematian yang berbeda-beda.

Menurut catatan WHO, MERS memiliki tingkat keparahan risiko kematian sebesar 37 persen, sedangkan SARS sebesar 10 persen.

Sedangkan COVID-19, yang sedang jadi pandemi sekarang, sejauh ini tidak semengerikan dibandingkan SARS dan MERS. Walau begitu, kasus baru terus bertambah dan korban meninggal meningkat akibat penyakit COVID-19.

5. Belum Ada Vaksin

Vaksin untuk mencegah infeksi COVID-19 sedang dalam tahap pengembangan/uji coba.

6. Risiko Bisa Diminimalisasi

Vaksin untuk COVID-19 belum ditemukan, namun Anda bisa mencegah terinfeksi virus Corona.

Dilansir dari laman National Institutes of Health-Coronavirus, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah terinfeksi virus Corona:

  • Mencunci tangan hingga bersih selama 20 detik dengan sabun atau hand sanitizer minimal 60 persen kadar alcohol
  • Hindari kontak langsung dengan orang yang sakit
  • Hindari menyentuh area segitiga wajah ketika tangan kotor
  • Gunakan masker ketika berpergian atau di luar ruangan
  • Perhatikan etika ketika batuk atau bersin

7. Status Menurut WHO

Virus Corona yang telah menyerang lebih dari 180 negara dinyatakan sebagai 'public health emergency' oleh organisasi kesehatan dunia (WHO).

Virus Corona ditetapkan sebagai darurat kesehatan global, memperlihatkan perkembangan dari segi kasus terbaru atau korban meninggal akibat COVID-19.

 

Sumber: WHO, Halo Doc

Disadur dari: Bola.com (Penulis: Alfi Yuda/Editor: Aning Jati, published 25/3/2020)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Alfi Yuda, Aning Jati, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan