8 Cara Mencegah Penyakit Stroke

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bahwa stroke menjadi penyebab kematian 140.000 orang Amerika setiap tahunnya.

Diterbitkan 17 Maret 2020, 18:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mencegah penyakit stroke perlu dilakukan sejak dini. Faktor risiko dari penyakit ini bisa diminimalkan, bahkan bisa dihalau dari jauh-jauh hari dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat.

Penyakit stroke lebih berisiko pada orang yang telah lanjut usia. Namun, penyakit stroke bisa menghampiri siapapun di segala usia. Terlebih bagi mereka dengan riwayat keluarga yang memiliki hipertensi dan stroke juga berisiko tinggi.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bahwa stroke menjadi penyebab kematian 140.000 orang Amerika setiap tahunnya. Bukan penyakit yang bisa dianggap sepele, maka penting untuk melakukan gaya hidup sehat untuk mencegah munculnya penyakit stroke.

Melakukan beberapa tindakan pencegahan penyakit stroke bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan. Berikut beberapa langkah pencegahan penyakit stroke yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (16/3/2020).

Saksikan video pilihan berikut ini

Berhenti Merokok

Pencegahan penyakit stroke pertama bisa dilakukan dengan berhenti merokok. Merokok dapat mempercepat pembekuan darah, namun dengan cara yang berbeda. Jika darah mengental akibat merokok, hal itu bisa meningkatkan jumlah penumpukan plak di arteri.

Mencegah Diabetes

Pencegahan penyakit stroke berikutnya dengan mencegah diabetes. Memiliki kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah dari waktu ke waktu, sehingga gumpalan-gumpalan darah lebih mungkin terbentuk pada tubuh.

Untuk meminimalkan risiko stroke, kamu perlu memantau gula darah, menerapkan diet seimbang dan sehat, dan olahraga secara teratur. Bila memang disarankan oleh dokter, minumlah obat-obatan yang berfungsi untuk menurunkan kadar gula darah.

Menurunkan Berat Badan

Pencegahan penyakit stroke selanjutnya dengan menjaga berat badan agar tetap stabil. Seseorang dengan obesitas, serta komplikasi yang terkait dengannya, termasuk tekanan darah tinggi dan diabetes, meningkatkan kemungkinan kamu mengalami penyakit stroke.

Jika kamu memiliki bobot tubuh yang berlebih, menurunkannya minimal 4-5 kg nyatanya bisa menurunkan risiko stroke di kemudian hari. Karena indeks massa tubuh yang ideal adalah 25 atau kurang (disesuaikan dengan kondisi tubuh), cobalah untuk tidak makan lebih dari 1.500-2.000 kalori per hari. Tingkatkan juga frekuensi serta intensitas olahraga harian.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Berolahraga berkontribusi untuk menurunkan berat badan, menurunkan tekanan darah, dan mencegah terjadinya penyakit stroke. Agar olahraga bisa memberikan efek maksimal terhadap pencegahan penyakit stroke, kamu bisa melakukan langkah-langkah seperti berjalan-jalan di sekitar lingkungan tempat tinggal setiap pagi setelah sarapan, mengikuti klub kebugaran dengan teman-teman. Saat berolahraga raihlah tingkatan intensitas latihan hingga napas terengah-engah tapi masih tetap bisa bicara. Ini berarti intensitas olahraga kamu sudah tepat. Jika kamu tinggal atau bekerja di lantai yang tidak terlalu tinggi, gunakan tangga ketimbang elevator. Jika kamu tidak memiliki waktu 30 menit untuk berolahraga, ganti menjadi 10-15 menit per sesinya, tetapi lakukan lebih dari sekali dalam sehari.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan