Perjuangan Bek Juventus Melawan Virus Corona Covid-19: Netflix Jadi Pelarian

Bek Juventus, Daniele Rugani menjadi pesepak bola elite pertama yang didiagnosa terjangkit virus Corona model terbaru.

Diterbitkan 17 Maret 2020, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Bagaimana Rugani melalui hari-harinya?

"Saya baik-baik saja, kondisiku cukup baik. Saya tidak mengalami gejala-gejala seperti yang Anda baca di berita," kata Rugani dalam wawancara dengan Juventus TV seperti dilansir dari Football Italia.

"Saya merasa beruntung daripada merasa terpukul karena di lingkunganku, saya yang pertama mengalaminya. Saya harap itu meningkatkan kewaspadaan kita," beber pemain bernomor 24 itu.

Meski berusaha bersikap tenang, Rugani tetap kaget saat pertama kali didiagnosa terinfeksi virus Corona model terbaru. Apalagi, kasus itu muncul secara bombastis di berbagai media di dunia.

"Pukulan itu karena ada ledakan pemberitaan media. Saya berterima kasih kepada semua di sini atas pengumuman untuk pesan yang saya terima," kata Rugani.

"Yakinlah, saya baik-baik saja. Kita pasti bisa mengatasinya," bebernya.

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

Berjuang Sendirian

Saat ini, dunia memang tengah berhadapan dengan virus Corona jenis terbaru. Virus penyebab Covid-19 ini pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok pada akhir tahun lalu. Sejak saat itu, virus terus menyebar ke berbagai penjuru dunia dan saat ini sudah mencapai lebih dari 150 negara. 

Data yang dirilis organisasi kesehatan dunia, WHO menyebut, per hari ini, Selasa (17/3/2020), pukul 13.00 WIB, total kasus sudah mencapai angka 168.109 dengan jumlah kematian mencapai 6.610 jiwa. 

Penyebaran yang cepat memaksa sejumlah negara bekerja keras untuk menanggulangi wabah ini. Italia yang menjadi negara terparah kedua setelah Tiongkok bahkan sudah menutup diri sejak 9 Maret lalu. Kebijakan lockdown seperti yang ditempuh pemerintah Tiongkok ini juga diikuti oleh negara-negara lain seperti Spanyol, Prancis, Filipina, Irlandia, Denmark, Belanda, hingga Malaysia.

Bagi Rugani, kebijakan lockdown yang diterapkan pemerintah Italia terasa lebih berat karena di saat yang bersamaan dia harus menjalani karantina dan harus tinggal sendiri di hotel tempatnya menginap. 

"Saya merindukan orang-orang yang saya cintai. Saya di Hotel J seorang diri, masa karantina ini terasa panjang dan membosankan, tapi semua orang juga mengalami hal yang sama," kata Rugani. 

"Semua bertambah buruk kalau Anda seorang diri," bebernya.

 

Melawan Rasa Bosan

Namun Rugani tidak mau menyerah. Untuk itu, Rugani berusaha mengisi waktu karantinanya dengan melakukan kegiatan yang sulit dijalani saat kompetisi bergulir. 

"Saya hampir menyelesaikan seluruh film di Netflix! Saya merekomendasikan 'The Invisible Guest,' ini filim yang menegangkan tapi tidak terlalu lama dan tidak terlalu serius," kata Rugani. 

"Saya juga menerima rekomondasi lain dari Anda!" beber Rugani dalam wawancara itu. 

Sejauh ini, belum ada vaksin maupub obat yang dianggap benar-benar ampuh untuk melawan Covid-19. Namun tidak sedikit pasien yang berhasil sembuh setelah positif terinfeksi virus Corona model terbaru. Seperti dilansir situs John Hopkins Uniteversity, angkanya bahkan mencapai 79.433 orang.

Setiap negara memiliki protokol tersendiri untuk mengatasi dan menangani penderita Covid-19. Dan pengalaman dari penyintas tidak serta merta menghasilkan efek yang sama bagi setiap orang. 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan