Sukses

Stamp Fairtex Kejar Gelar Juara Dunia Lawan JT di ONE Championship Singapura

Liputan6.com, Jakarta Petarung putri asal Thailand, Stamp Fairtex bakal berduel melawan Janet "JT" Todd pada ONE Championship: King of The Jungle di Singapore Indoor Stadium, Jumat (28/2/2020). Keduanya bakal memperebutkan gelar Juara Dunia ONE Kickboxing divisi atomweight wanita.

Tepat setahun lalu, yaitu tanggal 22 Februari 2019, petarung Thailand itu mengalahkan atlet Amerika Serikat dalam ajang ONE Championship: Call to Greatness dan merebut gelar Juara Dunia ONE Muay Thai divisi atomweight wanita.

Di lokasi pertandingan yang sama, sang Juara Dunia Kickboxing dan Muay Thai ONE Super Series divisi atomweight membuktikan kemampuan luar biasa dengan kemenangan dan sabuk keduanya sebagai Juara Dunia .

Fairtex menerapkan game plan sangat solid dengan pengendalian ritme luar biasa, dimana ia menerapkan pukulan-pukulan keras atas lawan yang memiliki dua sabuk juara Muay Thai di Pan American Games.

Setelah 5 ronde yang sangat intens, seluruh juri secara mutlak memutuskan kemenangan untuk Stamp,yang sekaligus mencatatkan rekor baru petarung warga Pattaya, Thailand, itu sebagai Juara Dunia di 2 disiplin sekaligus.

Walau lebih unggul secara pengalaman tanding setelah laga mereka tahun lalu, atlet superstar Thailand itu sangat percaya diri akan mampu menampilkan pertandingan 5 ronde dan kembali memenangkan poin seluruh juri.

"Menurut saya, keunggulan Janet adalah fisiknya. Ia sangat berotot dan melakukan banyak latihan conditioning.Saya memprediksi akan bisa mencetak KO atas Janet, karena sebelumnya saya tidak berhasil menang KO saat kami bertanding di disiplin Muay Thai," kata Stamp.

 

2 dari 4 halaman

Duel Sebelumnya

Tahun lalu Stamp mencoba merobohkan Janet di ronde pertama dengan striking dan upaya grabbing, namun lawannya sang seniman Muay Thai profesional tidak juga roboh. Kombinasi clinch dan serangan knee pun tidak menumbangkan “JT” – sang teknisi pesawat luar angkasa.

Ketangguhan petarung asal California itu memaksa lawan asal provinsi Rayong, Thailand, mengerahkan kombinasi elbow-pukulan-tendangan lebih intens di ronde kedua. Janet tetap merangsek maju dan mengimbangi dengan serangan kaki yang tidak kalah keras.

Ronde ketiga mereka menjadi ajang “jual beli” serangan yang penuh pertukaran pukulan dan elbow diantara clinch dan letupan knee cepat. Stamp sempat mendaratkan pukulan keras ke rahang lawan namun tidak cukup untuk menjatuhkan Janet.

Janet – yang menekuni disiplin atletik dan senam sebelum mulai berlatih bersama praktisi legendaris Sangtiennoi Sor Rungroj– tetap tampil bersemangat dan tangguh dalam baku serang ronde ketiga dan keempat mereka di hadapan publik “Kota Singa”.

Stanza akhir kedua petarung masih dilanjutkan jual beli serangan intens, walaupun Stamp akhirnya mulai mendominasi laga. Kedua atlet luar biasa itu menunjukkan kelasnya dalam striking disiplin Muay Thai, sebelum wasit mengangkat lengan Stamp sebagai tanda kemenangan.

Bagi Janet, pertandingan tahun lalu masih menjadi salah satu pelajaran terpenting.

"Saya menyadari bahwa di beberapa ronde awal, saya kurang yakin pada diri sendiri. Saya tampak ragu-ragu dalam melontarkan serangan,” ujar petarung yang bermigrasi dari California untuk mempelajari 'Seni Delapan Tungkai' di Thailand.

"Kelebihan Stamp adalah pintar mencari waktu dan eksplosif. Di pertandingan sebelumnya, ia mengambil kesempatan saat saya maju dengan serangan tangan kanan. Stamp adalah counter fighter, ia akan menunggu lawan untuk masuk wilayah serang,” ulas atlet perwakilan sasana Boxing Works.

 

3 dari 4 halaman

Dinanti

Pertemuan ulang keduanya sangat diantisipasi penggemar seni bela diri dunia, karena masing-masing telah mencatatkan prestasi baru sejak laga tahun lalu. Stamp mengawali 2020 dengan mengalahkan Puja “The Cyclone" Tomar melalui TKO kilat di ajang ONE: A NEW TOMORROW di Impact Arena, Bangkok, pada 10 Januari lalu.

Tidak kalah sengit, “JT” telah membukukan 3 kemenangan sekaligus sejak 2019. Yang pertama adalah kemenangan TKO di ronde kedua atas Wang Chin Long pemegang tiga gelar juara kickboxing asal Cina dalam laga ONE: MASTERS OF DESTINY di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Mei lalu.

Tren positif dilanjutkan Janet dengan kemenangan melalui keputusan juri atas mantan Juara Dunia Kickboxing divisi atomweight “Killer Bee” Chuang Kai Ting di ajang ONE: MASTERS OF DESTINY pada bulan Juli lalu.

Terakhir, Janet mengalahkan Ekaterina “Barbie” Vandaryeva – striker Muay Thai asal Belarusia – dalam gelaran ONE: CENTURY PART 1 pada bulan Oktober lalu di Ryogoku Kokugikan, Tokyo, Jepang.

 

 

4 dari 4 halaman

Video

Penampakan Mobil Baru Cristiano Ronaldo Senilai Rp 145 Miliar
Loading