Sukses

Sanksi Berat Manchester City Untungkan 4 Klub, MU Bisa Berjaya Lagi

Liputan6.com, Jakarta UEFA telah melarang Manchester City ikut di kompetisi Eropa selama dua musim berikutnya setelah mereka diketahui telah melanggar peraturan Financial Fair Play secara serius.

Terkait dengan keputusan itu Manchester City bersiap mengajukan banding. ke Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga. Namun, penyelesaian masalah ini tidak mungkin akan diselesaikan pada musim 2020-21.

Itu berarti bahwa berbagai hal dapat berubah secara dramatis di Etihad. Pemain bintang seperti Kevin De Bruyne, Raheem Sterling dan Bernardo Silva mungkin mencari jalan keluar dari Manchester City karena keinginan mereka untuk sukses di panggung benua Eropa.

Bukan hanya pemain, bos Pep Guardiola juga mungkin juga berangkat meninggalkan klub. Situasi ini ternyata tidak hanya memberi dampak di internal klub.

Persoalan yang dirasakan City berpengaruh pada klub lain. Dan, situasi seperti ini hampir pasti terjadi. Berikut adalah 4 klub Liga Premier yang bisa mendapatkan keuntungan dari larangan Eropa Manchester City.

2 dari 4 halaman

Liverpool

Dua musim terakhir Liverpool selalu muncul sebagai penantang terdekat Manchester City dalam pencarian kejayaan di Liga Premier. Tapi, di musim 2019-20 ini pasukan Jurgen Klopp akhirnya berhasil melampaui mereka untuk mengangkat gelar Liga Premier pertama mereka. Jadi bagaimana mungkin larangan itu tidak memberi manfaat besar bagi The Reds?

Faktanya, klub-klub besar Liga Premier lainnya - Manchester United, Chelsea, Tottenham dan Arsenal - telah agak menjauh dalam perburuan gelar di dua musim terakhir. Jadi tim mana lagi yang akan menghalangi Liverpool?

Kemungkinannya salah satu klub yang disebutkan di atas bisa menjadi penantang terdekat The Reds, seperti Leicester City. Tapi, mengingat bahwa Liverpool saat ini memiliki keunggulan 24 poin atas City dan 34 poin besar di depan Chelsea, tampaknya sangat tidak mungkin salah satu dari mereka benar-benar dapat menghalangi langkah tim Klopp.

3 dari 4 halaman

Manchester United

Sepertinya baru kemarin bahwa Manchester City ada di belakang saingan mereka Manchester United. Karenanya, bos Setan Merah yang legendaris pernah secara merendahkan menyebut Citizens sebagai "tetangga berisik". Tapi, kini kenyataannya adalah bahwa City sudah menjadi yang terbaik dalam satu dekade.

Terakhir kali United memenangkan gelar Liga Premier musim 2012-13. Dan, pada tahun-tahun berikutnya, City telah merebutnya 3 kali dan juga memenangkan banyak trofi .

Tetapi jika larangan Eropa menyebabkan City kehilangan semua pemain terbaik mereka serta manajer tercinta, kemungkinannya adalah bahwa mereka akan tergelincirdengan cara dramatis - mungkin dengan cara yang lebih dramatis daripada United ketika Ferguson pensiun. Itu berarti bahwa - terlepas dari semua masalah mereka sendiri - United hampir secara default akan menjadi klub Manchester yang paling sukses lagi.

4 dari 4 halaman

Chelsea dan Tottenham Hotspur

Klub raksasa London Chelsea dan Tottenham Hotspur bisa mendapatkan keuntungan dari larangan City di Eropa dengan cara yang sama. Itu mungkin memungkinkan jalan bagi kedua tim lolos ke Liga Champions pada 2020-21.

Chelsea saat ini duduk di posisi ke-4 di klasemen sementara dengan Spurs tepat di belakang mereka di posisi ke-5. Hasil ini lantaran penampilan kedua tim sangat tidak konsisten musim ini.

Namun, larangan City, sepertinya finish di posisi ke-5 akan membeli tiket ke kompetisi terbesar Eropa. Dari semua penerima manfaat keputusan UEFA, Chelsea dan Spurs mungkin yang terbesar.

Penyerang Persib Bandung Putri Lelang Jersey Untuk Lawan Covid-19
Loading