Waspadai 10 Jenis Rematik, Salah Satunya Bisa Menyerang Anak-Anak

Faktor penyebab rematik beraneka ragam Biasanya kondisi ini membuat penderitanya mengalami rasa sakit.

Diterbitkan 31 Januari 2020, 20:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Peradangan dapat menyebabkan kemerahan, bengkak, dan nyeri sendi. Meskipun banyak anak yang mengalaminya tidak mengeluhkan rasa nyeri.

Septic Arthritis

Jenis rematik berikutnya adalah septic arthritis yang disebabkan oleh infeksi jamur, virus, atau bakteri. Pada kondisi septic arthritis, kuman menyusup ke dalam sendi dan menyebabkan nyeri yang parah disertai pembengkakan.

Biasanya kuman hanya menyerang satu sendi saja. Bakteri ini paling sering menyerang lutut, meskipun sendi lain juga dapat terkena. Misalnya pinggul, pergelangan kaki, siku, dan bahu.

Polymyalgia Rheumatica dan Fibromyaigia

Polymyalgia Rheumatica

Kondisi ni sering menyerang penderita berusia di atas 50 tahun. Penyakit ini menyebabkan sakit parah dan kekakuan pada bahu, pinggul, dan leher.

Karena gejalanya mirip dengan kondisi lain, membuat polymyalgia rheumatic sering kali sulit didiagnosis secara akurat. Namun, jika diagnosis cukup dini, biasanya responsnya akan baik terhadap pengibatan yang dilakukan.

Fibromyaigia

Jenis rematik ini memengaruhi jaringan lunak tubuh dan disebabkan karena kerusakan fungsi neurotransmitter di otak yang ditandai dengan kekakuan, pegal, dan nyeri otot.

Systematic Lupus Erythematosus dan Ankylosing Spondylitis

Systematic Lupus Erythematosus

Kondisi ini merupakan penyakit autoimun yang memengaruhi seluruh sistem tubuh bersamaan dengan beberapa organ dalam. Kondisi ini biasanya terjadi pada wanita ketika masa-masa pengasuhan anak. Systemic lupus erythematosus bisa mengancam jiwa sehingga penting untuk dilakukan diagnosis secara dini.

Ankylosing Spondylitis

Kondisi rematik ini merupakan penyakit kronis yang dapat mengakibatkan peradangan cukup parah, terutama pada tulang belakang. Kondisi ini dapat menyebabkan kekakuan pada tulang belakang. Selain itu, nyeri punggung bawah disertai dengan kekakuan yang terus-menerus selama beberapa bulan merupakan gejala yang paling sering muncul dari penyakit ini.

(Nisa Mutia Sari/Fadila Adelin)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan