Seperti Figo, Ini 4 Transfer Paling Kontroversial dalam Sejarah Sepak Bola

Berikut 4 transfer kontroversial dalam sejarah sepak bola dunia selain kepindahan Figo ke Real Madrid.

Diterbitkan 30 Desember 2019, 14:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

2. Robin van Persie - Arsenal ke Manchester United (2012)

Robin van Persie merupakan striker produktif dan menjadi pemain favorit penggemar Arsenal. Meski rawan cedera, pemain berpaspor Belanda menjadi sosok kunci di Emirates Stadium setelah kepergian Cesc Fabregas.

Pada 2012, Van Persie melakukan pertemuan dengan manajer dan dewan klub untuk menentukan masa depannya. Setelah pertemuan, ia memutuskan sudah waktunya pindah karena tujuannya tidak sejalan dengan pemilik klub.

Namun, pilihan pindah Van Persie tidak disenangi oleh fans. Pasalnya, ia memilih pindah ke klub rival, Manchester United.

Penggemar Arsenal merasa dikhianati karena mereka berdiri di sisinya saat sang pemain cedera.

Kepindahan ke Manchester United ternyata membuat mimpi Robin van Persie menjadi kenyataan, yakni menjuarai Premier League. Ia juga tampil sebagai top scorer liga musim itu.

3. Sol Campbell - Tottenham Hotspur ke Arsenal (2001)

Lubang di pintu, itulah julukan Sol Campbell yang ia dapat dari pendukung Tottenham Hotspur sampai hari ini. Kepindahannya dari Spurs ke Arsenal memicu kemarahan besar penggemar. Mereka merasa dikhianati kerena kepindahan Campbell ke rival abadi.

Campbell pindah ke Arsenal karena memiliki keinginan bermain di Liga Champions. Campbell kemudian pindah dengan status bebas transger pada 2001.

Proses transfer yang mengejutkan, bahkan saat jumpa pers mereka mengira akan menyaksikan pembukaan Richard Wright. Kepindahan ini merupakan langkah maju bagi Campbell yang memenangkan trofi bersama Arsenal. Namun, dia tidak pernah dimaafkan di sisi London Utara lainnya.

4. John Obi Mikel - Lyn Oslo ke Chelsea (2006)

Kedatangan John Obi Mikel ke tanah Inggris merupakan satu di antara transfer paling kontroversial dalam sejarah sepak bola. Butuh waktu setahun untuk mengakhiri kasus tersebut.

Awalnya Mikel tampil mengesankan saat Piala Dunia U-17. Atas penampilan tersebut, Manchester United mengundangnya ke Old Trafford. Sir Alex Ferguson sampai menyuruhnya berlatih bersama tim, namun, klub tidak membuat kesepakatan dengan pemain muda itu.

Chelsea kemudian bergerak saat Mikel menandatangani kontrak dengan Oslo, dalam klausul kontrak sudah ada kesepakatan antara Chelsea dan Lyn Oslo tentang penjualan di masa depan.

Ketika Manchester United datang kembali untuk Mikel setelah berusia 18 tahun, semua terlambat. Nahasnya Mikel malah menandatangani kontrak dengan Manchester United dan sempat foto dalam seragam Manchester United.

Baru setelah menandatangi kontrak dengan Setan Merah dia menemukan ada kedepakatan antara klubnya dengan Chelsea tentang penjualan Mikel.

Perselisihan tersebut kemudian berlanjut ke meja hijau dan Mikel Menghilang selama satu tahun dari dunia sepak bola. Mikel akhirnya memilih bergabung dengan Chelsea.

Pihak Chelsea pun bersedia membayar biaya transfer untuk Lyn Olso dan biaya kompensasi untuk Manchester United.

Disadur dari Bola.com (Penulis Hanif Sri Yuliano/Edtiro Benediktus Gerendo, Published 30/12/2019)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Hanif Sri Yulianto, Thomas, Benediktus Gerendo PradigdoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan