3 Penyebab Keterpurukan Chelsea

Chelsea seperti kehilangan taji sebagai tim besar sebulan belakangan.

Diterbitkan 19 Desember 2019, 19:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Persoalannya di Chelsea tak banyak pemain yang bisa menjalankan peran sebagai Si Nomor 10. Ross Barkley dan Ruben Loftus-Cheek, terlihat tidak pernah benar-benar siap dimainkan secara reguler. Lampard nyaris tidak memiliki opsi dalam menyerang-lini tengah.

Loyo di Kandang

Ciri khas dari setiap tim yang sukses adalah kemampuan mereka untuk membuat stadion kandang jadi tempat yang angker. Chelsea adalah salah satu klub yang terkuat saat bermain di hadapan publik sendiri.

Mereka sempat menciptakan rekor terkalahkan selama 85 pertandingan selama tiga tahun antara 2004 dan 2007. Tapi itu dulu, The Blues kini seringkali loyo di Stanford Bridge.

Kekalahan pekan lalu dari Bournemouth adalah kekalahan liga kandang ketiga Chelsea musim ini, setelah sebelumnya kalah dari Liverpool dan West Ham. Mereka juga kehilangan poin di Stamford Bridge dengan meraih hasil imbang kontra Leicester City dan Sheffield United.

Secara keseluruhan, The Blues hanya mengambil 14 dari 27 poin yang tersedia dan tidak mencetak lebih dari dua gol dalam setiap pertandingan liga di kandang mereka sejauh ini.

Di Liga Champions, situasinya kurang lebih sama. Lampard hanya memenangkan satu dari tiga pertandingan penyisihan grup mereka di kandang. Patut dicatat juga mereka terkapar di Piala Liga saat menjamu Manchester United. Stabilitas di kandang jadi hal yang krusial bagi Chelsea.

Lini Pertahanan yang Rapuh

Chelsea musim ini memainkan strategi menyerang yang atraktif. Sayang lini pertahanan mereka yang rapuh membuat performa mereka seringkali oleng.

Sejauh musim ini, pasukan Lampard hanya menjaga empat clean sheet di semua kompetisi. Hanya Arsenal (27) yang kebobolan lebih banyak dari 25 gol tim London Barat di liga.

Dengan absennya Antonio Rudiger, Lampard tidak bisa puas dengan pasangan bek tengah. Sementara Fikayo Tomori yang sempat digadang-gadang bakal jadi bintang musim ini ternyata seringkali melakukan blunder.

Performa Andreas Christensen maupun Kurt Zouma jauh dari mengesankan. The Blues telah kebobolan banyak gol melalui bola mati atau bola udara di dalam kotak. Ketidakmampuan bek Chelsea untuk membaca arah permainan dan membentengi zona pertahanan mereka sendiri jadi bencana.

Sumber: Sportskeeda

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ario Yosia, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan