Selain Derby Mataram, Kerusuhan Parah Juga Warnai 4 Duel Tim Sekota Ini

Derby Mataram yang melibatkan PSIM Yogyakarta dengan Persis Solo di Stadion Mandala Krida, Senin (21/10/2019), berakhir rusuh.

Diterbitkan 25 Oktober 2019, 04:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

3. Panathinaikos Vs Olympiacos 2015

Derbi Athena antara Panathinaikos Vs Olympiacos, Minggu (22/10/2015) di Stadion Leoforos sempat diwarnai lemparan petasan dan pemukulan.

Kerusuhan bermula saat pendukung tuan rumah masuk ke lapangan sebelum pertandingan dimulai. Alhasil kick off harus mundur 15 menit dari jadwal yang ditentukan.

Namun, kericuhan tersebut bukanlah satu-satunya. Kerusuhan lebih besar terjadi jelang babak kedua. Kejadian tersebut membuat gelandang Olympiacos, Pajtim Kasami, terkena suar pada bagian bahu.

4. Catania Vs Palermo 2007

Pertandingan bertajuk Derby Di Sicilia antara Catania Vs Palermo pernah berakhir ricuh pada 2 Februari 2007. Kerusuhan dalam laga tersebut benar-benar sulit dikendalikan.

Kejadian bermula saat Palermo unggul 1-0 atas tim tuan rumah lewat gol kontroversial. Hal tersebut lantas membuat pendukung Catania tak terima.

Mereka menunjukkan kekecewaan dengan melempar bom asap dan petasan ke arah lapangan. Demi meredakan situasi tersebut pihak keamanan harus menggunakan gas air mata.

Insiden tersebut membuat pertandingan terhenti selama 40 menit. Peristiwa yang mencekam itu membuat Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menghentikan semua pertandingan di Serie A.

 

Disadur dari: Bola.com (Penulis: Faozan Tri Nugroho/Editor: Yus Mei Sawitri, published 22/10/2019)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Faozan Tri Nugroho, Yus Mei Sawitri, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan