Sebelum Menimpa Manajer Legendaris MU, Ini 6 Skandal Pengaturan Skor Terheboh

Manajer legendaris Manchester United Sir Alex Ferguson dituduh terlibat pengaturan skor saat melawan Juventus di Liga Champions.

Diterbitkan 19 Oktober 2019, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Manajer legendaris Manchester United Sir Alex Ferguson dituduh terlibat pengaturan skor saat melawan Juventus di Liga Champions.

Tudingan tersebut dilontarkan satu di antara agen sepak bola yang bernama Giuseppe 'Pino' Pagliara kepada penegak hukum. Menurut jaksa, kasus pengaturan skor tersebut melibatkan sebuah jam tangan mewah bermerek Rolex seharga 300 ribu pounds (Rp546 juta) yang diberikan kepada Ferguson.

"Menjelang akhir persidangan, Pagliara menuduh Sir Alex Ferguson telah berkonspirasi untuk match fixing pertandingan kontra Juventus, klub yang dikaitkan dengan Pagliara, dan Manchester United di Liga Champions," kata Jaksa Brian O’Neiil seperti dilansir dari Mirrror, Kamis (18/10/2019).

“Pagliara mengucapkan terima kasih kepada Ferguson dengan memberi jam tangan Rolex emas senilai 30.000 pounds,” tambahnya

Saat ini, Pugliara sedang diadili atas dugaan tersebut di Pengadilan Southwark Crown. Selain menyebut nama Ferguson, Pugliara juga mengaku berhubungan Steve McLaren, Harry Redknapp, dan manajer Cardiff City, Neil Warnock.

Pengaturan skor di dunia sepak bola memang bukan hal asing. Sudah banyak kasus-kasus serupa yang terjadi di dunia sepak bola. Berikut Bola.com merangkum dari Four Four Two 6 skandal pengaturan skor di sepak bola.

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

1. Lazio dan AC Milan 1980

Skandal pengaturan skor terjadi dua tahun sebelum Italia menjadi juara Piala Dunia 1982 di Spanyol. Pengaturan skor tersebut merupakan inisiatif dari dua pengusaha bernama Massimo Cruciano dan Alvaro Trinca.

Satu di antara orang tersebut, Trinca, ternyata mempunyai restoran yang menjadi langganan para pemain Lazio. Hingga akhirnya kasus tersebut terungkap pemain Lazio, Maurizio Montesi, yang tidak mau ikut-ikutan.

Setelah kejadian itu, kepolisian Italia meringkus 33 pemain dan bos AC Milan saat itu, Felice Colombo, yang menjadi dalang di balik skandal tersbeut. Tak hanya itu, AC Milan dan Lazio juga harus terdegradasi.

Sementara klub-klub lain yang terlibat ialah Avellino, Bologna, Perugia, Palermo dan Taranto yang harus mengalami pengurangan lima poin.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kasus pengaturan skor pernah menghebohkan Prancis pada era 1990-an. Kala itu, tim Ligue 1 Marseille diketahui terlibat dalam pengaturan skor. Hal tersebut diketahui setelah Marseille meraih gelar Ligue 1 dan Liga Champions secara janggal. Sebelum laga penentuan gelar Ligue 1, pemain Marseille, Jean-Jacques Eydelie diberitakan mendekati tiga pemain lawan. Tak hanya itu, Eydelie juga menawarkan sejumlah uang agar mereka mau mengalah, supaya pemain-pemain Marseille tidak mengalami cedera saat final Liga Champions. Alhasil, bos Marseille, Bernard Tapie, harus menjalani hukuman dua tahun. Sementara pemainnya, Jean-Jacques Eydelie, dilarang aktif dalam kegiatan sepak bola.

Halaman
Show All
Faozan Tri Nugroho, Harley Ikhsan, Yus Mei SawitriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan