Sebelum Menimpa Manajer Legendaris MU, Ini 6 Skandal Pengaturan Skor Terheboh

Manajer legendaris Manchester United Sir Alex Ferguson dituduh terlibat pengaturan skor saat melawan Juventus di Liga Champions.

Diterbitkan 19 Oktober 2019, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

2. Marseille (1993)

Kasus pengaturan skor pernah menghebohkan Prancis pada era 1990-an. Kala itu, tim Ligue 1 Marseille diketahui terlibat dalam pengaturan skor.

Hal tersebut diketahui setelah Marseille meraih gelar Ligue 1 dan Liga Champions secara janggal. Sebelum laga penentuan gelar Ligue 1, pemain Marseille, Jean-Jacques Eydelie diberitakan mendekati tiga pemain lawan.

Tak hanya itu, Eydelie juga menawarkan sejumlah uang agar mereka mau mengalah, supaya pemain-pemain Marseille tidak mengalami cedera saat final Liga Champions.

Alhasil, bos Marseille, Bernard Tapie, harus menjalani hukuman dua tahun. Sementara pemainnya, Jean-Jacques Eydelie, dilarang aktif dalam kegiatan sepak bola.

3. Indonesia vs Thailand Piala Tiger 1998

Pengatura skor juga pernah terjadi saat Piala Tiger 1998. Kala itu, Indonesia dan Thailand sama-sama tak mau bertemu Vietnam di babak selanjutnya.

Vietnam selaku tuan rumah memang tampil garang di babak grup dan terlihat amat menakutkan. Demi menghindari Vietnam, Indonesia dan Thailand dituntut tak meraih hasil sempurna.

Ketika pertandingan akan berakhir dengan skor 2-2, tiba-tiba pemain Indonesia Mursyid Efendi dengan sengaja menendang bola ke gawang sendiri yang dijaga Kurnia Sandy.

Akibat perbuatannya itu, Mursyid harus mendapatkan sanksi berupa larangan bermain seumur hidup. Sementara Indonesia dan Thailand didenda 40 dolar Amerika.

4. Calciopoli (2006)

Skandal pengaturan skor yang kemudian menghebohkan dan diberi tajuk Calciopoli juga pernah melibatkan lima klub Seria A, yakni Juventus, AC Milan, Lazio, Regina dan Fiorentina. Kelima klub tersebut diketahui sengaja memilih wasit yang sekiranya bisa menguntungkan mereka.

Alhasil, kelima klub tersebut harus mendapatkan sanksi dari Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Juventus menjadi klub yang paling berat mendapatkan sanksi.

Alessandro Del Piero dkk harus turun kasta ke Serie B. Tak hanya itu, gelar Seria A yang diraih Bianconeri pada musim 2004-2005 dan 2005-2006 dicabut.

5. Liga Jerman (2005)

Pada 2005, Bundesliga menjadi target pengaturan skor. Skandal tersebut melibatkan wasit divisi dua, Robert Hoyzer, yang berjudi saat laga-laga divisi dua Liga Jerman, DFB Pokal, dan Divisi Tiga.

Akibat dari perbuatannya itu Hoyzer mendapatkan sanksi berupa larangan terlibat di sepak bola seumur hidup dan menerima hukuman dua tahun penjara. Ia diketahui menerima sejumlah uang untuk memanipulasi empat laga sepak bola.

Tak hanya wasit, skandal itu juga menyerer tiga pemain Hertha berlin yang terlibat skandal pengaturan skor saat kalah 2-3 dari tim divisi tiga di DFB Pokal.

6. PSS Sleman vs PSIS Semarang 2014

Dugaan pengaturan skor juga pernah terjadi di Indonesia beberapa tahun yang lalu. Kasus tersebut melibatkan PSS SLeman dan PSIS Semarang pada 26 Oktober 2014.

Saat itu, PSS menjadi pemenang dengan skor 3-2. Namun, kelima gol yang tercipta berasal dari gol bunuh diri.

Kedua tim sama-sama tak ingin meraih kemenangan karena beredar kabar baik PSS Sleman atau PSIS tak ingin bertemu dengan Pusamania Borneo FC yang sudah menunggu di laga semifinal kasta kedua.

Bahkan kejadian tersebut ikut disorot beberapa media luar negeri. Tentunya banyak yang merasakan kejanggalan dengan kelima gol yang terjadi dalam laga tersebut.

 

Disadur dari: Bola.com (Penulis: Faozan Tri Nugroho/Editor: Yus Mei Sawitri, published 18/10/2019)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Faozan Tri Nugroho, Harley Ikhsan, Yus Mei SawitriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan