Ultras Malaya: Kami Tak Dendam dengan Suporter Timnas Indonesia

Ultras Malaya datang ke SUGBK dengan kekuatan ratusan orang. Kisarannya mencapai 400-500 massa. Mereka sudah diusik saat tiba di SUGBK untuk menonton laga Timnas Indonesia vs Malaysia.

Diterbitkan 06 September 2019, 13:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Petugas keamanan yang berjaga langsung mendorong mundur massa suporter Timnas Indonesia. Sempat terjadi bentrokan, sebelum, kepolisian menembakkan water cannon ke arah mereka.

Bola.com berkesempatan melihat lokasi pengungsian Ultras Malaya. Mereka nampak berkerumun di ruangan konferensi pers dan lorong pemain.

Hingga pukul 23.30 WIB, Ultras Malaya masih terkurung di SUGBK. Untungnya, mereka ditemani oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman dan Presiden Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM), Datuk Hamidin Mohd Amin.

"Kami tak dendam. Ini biasa dalam sepak bola. Kami telah terbiasa dalam situasi ini. Kami juga tak ingin provokasi. Makanya, kami tak update perjalanan kami ke sini," kata seorang Ultras Malaya yang berasal dari pendukung Kuala Lumpur FA.

Larangan Balas Dendam

Mereka ramah. Mereka tidak terprovokasi. Mereka memang terkurung, tapi, tak ada sedikit pun terbesit untuk memendam dendam.

"Saat kejadian kami masuk ke SUGBK pun, harusnya tak dibesar-besarkan. Biarlah ini jadi pengalaman kami," ujarnya lagi, sembari berbicara santai.

"Tak ada dendam juga. Kami ini serumpun. Provokasi terjadi di media sosial. Kami tak ingin membalasnya di Malaysia," tutur seorang Ultras Malaya yang lain sekaligus pendukung Felda United.

"Saya sering menonton klub-klub di Indonesia. Saya menonton Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Persib Bandung, pendukungnya top. Bagus. Saya senang mereka luar biasa," imbuhnya.

Sepemahaman dengan Ultras Malaya, Presiden FAM, Datuk Hamidin Mohd Amin mengimbau para pendukung Malaysia tak membalas perlakuan suporter Timnas Indonesia pada leg kedua nanti yang akan berlangsung 19 November 2019.

"Harapan saya, kedua pendukung tak perlu balas dendam. Hanya menonton pertandingan sepak bola. Kami FAM tak mau kejadian ini terjadi di Malaysia," ujar Hamidin Amin.

Sumber: Bola.com

(Penulis: Muhammad Adiyaksa, published 6/9/2019)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Muhammad Adi Yaksa, Jonathan Pandapotan Purba, Wiwig PrayugiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan