Punya Potensi, Stamp Fairtex Masih Perlu Pembuktian di ONE Championship

Stamp Fairtex mendapatkan tantangan dari para lawan agar membuktikan diri lagi di ONE Championship. Saat ini, Stamp Fairtex mengincar gelar juara yang ketiga.

Diterbitkan 31 Agustus 2019, 20:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Namun untuk semakin membuktikan bahwa ia merupakan pesaing yang layak berada dalam jajaran atlet elit di kelasnya, Stamp harus menghadapi lawan tangguh yang juga memiliki latar belakang kuat dalam ground game.

Priscilla mungkin merupakan lawan yang pas bagi dirinya, mengingat bahwa dirinya telah meraih kemenangan dua kali lewat kuncian dari total enam kemenangan yang telah ia raih di organisasi bela diri terbesar di dunia ini.

Pujian yang sama dilontarkan Jihin, dan ia pun berharap bisa menghadapi Stamp dalam waktu dekat untuk saling membuktikan keterampilan masing-masing.

"Saya akan ingin menguji diri saya melawan Stamp Fairtex," kata atlet berusia 20 tahun itu.

"Kebangkitan Stamp memang cukup impresif, dan keinginannya untuk beralih ke bela diri campuran menunjukkan betapa haus dirinya akan kesuksesan."

"Saya mengetahui bahwa lawan saya tidak akan bertambah mudah, dan saya dapat menjamin jika [laga ini] terjadi, itu akan menjadi sebuah kontes luar biasa," ujarnya.

Kelemahan Stamp

Perwakilan Ultimate MMA Academy ini turut mengobservasi laga yang dijalani Stamp dan ia merasa Stamp memiliki kekurangan dalam ground yang bisa dimanfaatkan oleh para atlet elit di divisi atomweight.

"Menurut saya, jika Stamp berlaga dengan seseorang yang memiliki keunggulan grappling atau ground game, ia tidak akan dapat tampil seperti di Bangkok," jelas atlet kelahiran Johor Bahru ini.

Sebagai seorang Juara Dunia wushu, Jihin tak merasa khawatir jika harus beradu keterampilan dalam duel stand up. Sebaliknya, Ia merasa unggul ketika laga berlangsung diatas matras.

"Jika kami bertanding, saya harus berhati-hati dengan striking-nya. Tetapi saya juga tidak akan meremehkan kemampuan saya, karena saya tahu saya punya kekuatan,” tambahnya.

"Ground game saya lebih baik darinya, tetapi mari kita lihat apa yang terjadi saat kami berhadapan. Saya tidak akan mencoba membawa kontes ini ke dalam duel bawah. Walaupun [striking] adalah kekuatan terbesarnya, saya akan dapat mematahkan serangannya untuk menang."

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Defri Saefullah, Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan