5 Alasan MU Meminjamkan Alexis Sanchez ke Inter Milan

MU memutuskan meminjamkan Alexis Sanchez ke Inter Milan hingga akhir musim ini tanpa opsi pembelian.

Diterbitkan 31 Agustus 2019, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Agar tidak pindah ke sang rival, MU menjadikan Sanchez sebagai pesepak bola dengan bayaran tertinggi. Tapi, langkah itu menjadi bumerang saat ini.

Pasalnya, Sanchez gagal memberikan dampak bagi MU walau gajinya sangat tinggi. Ia pun tidak lagi masuk dalam rencana Manajer MU Ole Gunnar Solskjaer.

Karena itu, meminjamkan Sanchez ke Inter Milan adalah kesepakatan yang masuk akal. MU akan membayar sebagian gaji mantan pemain Arsenal itu dalam masa pinjaman selama 10 bulan sekitar 6 juta pound.

Keputusan tersebut dinilai lebih baik daripada MU membayar seluruh gaji Sanchez dan membiarkannya duduk di bangku cadangan.

3. Riwayat Cedera

Saat bergabung dengan MU pada Januari 2019, Alexis Sanchez dianggap sebagai salah satu pemain terkuat di Liga Inggris. Dalam waktu 3,5 tahun bersama Arsenal, pemain Chile itu hanya absen dalam 13 pertandingan karena cedera.

Namun, setelah bergabung dengan MU, Sanchez cenderung mengalami cedera. Ia mengalami cedera hamstring pada November 2018 dan absen lebih dari sebulan. Absen dalam delapan pertandingan akibat cedera itu.

Dia kembali pada pergantian tahun, hanya untuk absen selama 13 hari dengan masalah paha. Pada awal Maret 2019, Sanchez mengalami cedera lutut dan absen selama hampir 1,5 bulan, kehilangan delapan pertandingan lagi.

Pada akhir musim lalu, pemain Chile itu mengalami cedera pergelangan kaki, yang membuatnya absen selama sebulan lagi. Ia telah absen dalam 20 pertandingan karena cedera. Faktor inilah yang membuat MU membiarkannya pergi dengan status pinjaman ke Inter Milan.

 

 

2. Performa Menurun

Saat bergabung dengan Manchester United (MU), performa Alexis Sanchez cukup bagus bersama Arsenal. Pada musim 2016/17, pemain Chile itu telah mencetak 24 gol dan mendaftarkan 10 assist dari 38 penampilan di Liga Inggris.

Dia juga telah mencetak 3 gol dan mencatat tiga assist dari delapan pertandingan di Liga Champions. Tepat sebelum bergabung dengan MU, pada paruh pertama musim 2017/18, Sanchez telah mencetak tujuh gol dan membuat tiga assist dari 19 laga.

Sanchez pun diprediksi akan mencetak lebih banyak setelah pindah ke MU, seperti pendahulunya Robin van Persie. Tetapi, eks pemain Barcelona itu justru gagal memberi dampak di old Trafford.

Sanchez hanya mencetak tiga gol di Liga Inggris sejak bergabung dengan MU. Permainan Sanchez hampir tidak efektif dan kinerjanya telah menurun.

 

1. Promosi Pemain Muda

Manajer Ole Gunnar Solskjaer berusaha membangun kembali skuat Manchester United (MU) dengan pemain-pemain muda. Mereka diharapkan akan menjadi tulang punggung MU di masa depan.

Juru taktik asal Norwegia itu telah menurunkan tim yang sangat muda musim ini. Promosi pemain muda juga menyebabkan Romelu Lukaku tersingkir dari skuat MU.

Kepergian Alexis Sanchez ke Inter Milan memberikan kesempatan bagi pemain muda MU. MU saat ini memiliki Anthony Martial, Marcus Rashford, dan Mason Greenwood sebagai penyerang utama.

Kepercayaan yang diberikan MU pada Alexis Sanchez tidak pernah terbalas. Dengan demikian, menaruh kepercayaan kepada para pemain muda mungkin bisa membantu meningkatkan kinerja MU.

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan