Menakar Dampak Kehadiran 6 Pemain Naturalisasi di Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy memanggil enam pemain naturalisasi. Seberapa besar efek yang bisa mereka berikan?

Diterbitkan 20 Agustus 2019, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Bersama Persebaya di Shopee Liga 1 2019, Dutra adalah pilihan pertama. Namun, timnya tengah dilanda krisis. Tim berjulukan Bajul Ijo itu hanya meraih satu kemenangan dalam delapan laga terakhir.

Di lini belakang, Dutra dapat dipasangkan dengan Igbonefo dan Yanto Basna. Agak riskan memainkannya bareng Hansamu Yama mengingat keduanya sedang dalam sorotan di Persebaya.

Victor Igbonefo

Pemain naturalisasi kedua yang dipanggil McMenemy ke Timnas Indonesia adalah Victor Igbonefo. Bek berusia 33 tahun itu kini memperkuat PTT Rayong di TL1 atau kasta teratas Liga Thailand.

Meski tak lagi muda, McMenemy masih membutuhkan kapasitas dan pengalaman Igbonefo di lini belakang Timnas Indonesia. Bersama PTT Rayong, eks Persib Bandung itu hanya absen dua kali di TL1 musim ini.

Stefano Lilipaly

Peran Stefano Lilipaly begitu besar untuk Bali United dan Timnas Indonesia. Gelandang kelahiran Belanda itu dapat menjadi pengumpan matang, juga sebagai pemecah kebuntuan.

Sebagai gelandang serang, permainan Lilipaly amat liar. Ia tak hanya terpaku di tengah, juga terkadang bermain melebar mengajak lari bek sayap lawan.

Kehadiran Lilipaly akan mempermudah tugas Evan Dimas Darmono dalam membangun serangan, juga fungsi Andik Vermansah dan Irfan Jaya sebagai penusuk dari sektor sayap.

Dengan Bali United di Liga 1 2019, Lilipaly bersumbangsih atas tiga gol dan empat assists.

Greg Nwokolo

Banyak yang menilai Greg Nwokolo sudah habis seiring bertambahnya usia dan terpaan cedera. Namun, McMenemy punya pandangan lain.

Meski Greg tak bermain dalam empat laga Madura United di Liga 1 2019, McMenemy tetap membutuhkannya di Timnas Indonesia. Penyerang sayap berdarah Nigeria ini andal dalam memainkan dua posisi, winger dan striker.

McMenemy dapat menaruh Greg sebagai penyerang sayap kiri atau pun striker tengah. Keahliannya dalam mengolah si kulit bundar akan menjadi keuntungan bagi Timnas Indonesia.

Greg yang bermain sebagai gelandang sayap kiri di Madura United, baru membukukan dua gol dan empat assists di Liga 1 2019.

Alberto Goncalves

Pemain asing yang perannya akan paling kentara di Timnas Indonesia adalah Alberto Goncalves. Berperan sebagai bomber, pemain Madura United masih tajam kendati usianya bakal memasuki kepala empat.

Kini, bomber berusia 38 tahun itu adalah striker tetap Timnas Indonesia. Ketika dipercaya tampil pun, Beto, karibnya disapa, selalu bermain maksimal.

Teraktual, Beto menyumbang empat gol dari enam gol Timnas Indonesia ke gawang Vanuatu pada uji coba terakhir, 15 Juni 2019.

Di Madura United pun, Beto sangat tajam. Sempat diperkirakan akan menjadi pelapis Aleksandar Rakic, top scorer Liga 1 musim lalu, eks Persijap Jepara ini malah menjadi pemain tersubur tim dengan torehan tujuh gol.

Osas Saha

Siapa pemain naturalisasi paling hot dan namanya sering berseliweran dalam beberapa pekan belakangan? Tak lain dan tak bukan, figur tersebut bernama Osas Saha.

Osas menjelma menjadi mesin gol Tira Persikabo di Liga 1 2019. Lima gol dan empat assists sudah dibuatnya dari 12 pertandingan.

Sebagai ganjaran penampilan sensasionalnya, McMenemy menghadiahkannya satu tempat di Timnas Indonesia. Panggilan ini merupakan yang pertama bagi Osas setelah dinaturalisasi pada 2018 lalu.

 

Sumber: Bola.com

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Muhammad Adi Yaksa, Aning Jati, Ario YosiaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan