Sukses

Fitriana dan Fitriani, Si Kembar yang Bersinar di Tenis ASEAN School Games 2019

Liputan6.com, Jakarta Tenis beregu putri Indonesia sukses menyabet medali emas di ajang ASEAN Schools Games 2019, Semarang, Jawa Tengah. Di balik keberhasilan itu, tampak petenis kembar yang tampil mengesankan sepanjang laga.

Mereka adalah Fitriana Sabatina dan Fitriani Sabatini. Keduanya akrab disapa Ana dan Ani. Mereka sejak ASEAN School Games 2018 menjadi andalan di cabang olahraga tenis.

Kini, Ana dan Ani tampil lebih matang di ASEAN Schools Games 2019, sehingga sanggup melibas lawan-lawannya, termasuk dari Thailand yang dikenal selalu menjadi batu sandungan.

Dua petenis remaja kelahiran Tangerang, 13 Februari 2001 mengawali kecintaannya pada tenis ketika berusia delapan tahun. Sang ayah, Nursalim, yang juga pelatih tenis, memperkenalkan Ana dan Ani dengan olahraga ini.

Hari ini (22/7/2019), keduanya masih akan turun di nomor perorangan tenis ASEAN Schools Games 2019. Ana dan Ani sama-sama turun di sektor tungggal putri dan kerap tampil di berbagai event internasional di level junior.

2 dari 3 halaman

Pengagum Williams Bersaudara

Ana dan Ani beberapa kali sempat turun di nomor ganda putri, tapi kemudian lebih banyak tampil di tunggal putri. Sekarang, keduanya tercatat sebagai atlet yunior lapis satu dan berada di bawah Pusat Pembinaan dan Pelatihan Pelajar (PPLP) Kementerian Pemuda dan Olahraga.

"Suka karena dari kecil sudah dikenalkan tenis sama ayah. Kita selalu dapat motivasi dari ayah saat latihan. Sebenarnya saya main tenis duluan, lalu Ana, adik saya, ikutan," kata Ani kepada Liputan6.com.

Kakak-beradik dalam dunia tenis internasional yang terkenal dan sarat prestasi adalah Williams bersaudara yakni Venus dan Serena. Ani dan Ana pun mengagumi permainan dua petenis asal Amerika Serikat tersebut.

3 dari 3 halaman

Tak Mau Cepat Puas

Pada usia 17 tahun, Ana dan Ani menyumbangkan medali emas bagi Indonesia pada ajang multievent atlet pelajar Asean School Games 2018, di Malaysia, pada nomor ganda putri. Sebelumnya, remaja kembar ini juga tercatat sebagai Finalist Double Women Circuit 15.

Masa depan Ana dan Ani masih terbentang luas di dunia tenis, mengingat usia mereka masih 18 tahun. Kedua pun ingin sering ikut dalam turnamen tenis internasional agar peringkat mereka di ATP Yunior terus menanjak.

"Kita tidak mau cepat puas, ayah juga selalu mengingatkan tetap berlatih maksimal apabila mau berprestasi. Kami juga ingin terus mengharumkan nama Indonesia di dunia tenis internasional level senior," katanya.

Loading
Artikel Selanjutnya
ASEAN Schools Games 2019: Indonesia Panen Emas di Atletik
Artikel Selanjutnya
Klasemen ASEAN Schools Games 2019: Indonesia Jauhi Thailand