Sarri Pergi, Ini 5 Calon Manajer Chelsea

Maurizio Sarri baru semusim menjadi manajer Chelsea. The Blues mengawali musim dengan penampilan bagus dan tidak terkalahkan dalam 12 pertandingan Premier League.

Diterbitkan 13 Juni 2019, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Javi Gracia

Javi Gracia tak memiliki reputasi mentereng, ia belum memiliki pengalaman mengelola di klub-klub besar, tetapi sang mentor telah melakukan pekerjaan yang sangat baik mengelola Watford musim ini.

Dia membantu Hornets, yang diperkirakan banyak orang akan berjuang di papan bawah sukses mengantarkan klub itu mencapai final Piala FA, sebelum akhirnya dikalahkan oleh tim super, Manchester City.

Filosofi sepak bola menyerang Gracia dengan mengandalkan komposisi pemain yang biasa-biasa saja jadi daya tarik bagi Chelsea.

Nuno Espirito Santo

Nuno adalah baru terjun selama 12 tahun terakhir di pentas Premier League. Seperti halnya Gracia, ia menikmati musim yang luar biasa dengan membantu Wolves lolos ke Liga Europa dengan ada di posisi ketujuh klasemen akhir, tepat di bawag tim besar Manchester United.

Dia memang memiliki pengalaman menangani Porto antara 2016 dan 2017, klub tempat mantan manajer Chelsea, Jose Mourinho dan Andre Villas-Boas juga menghabiskan bagian awal karier manajerial mereka.

Nuno telah menunjukkan kepada Wolves bahwa ia suka memainkan sistem pertahanan tiga bek, yang mungkin tidak cocok untuk Chelsea saat ini melihat kondisi skuat terkini mereka. Jika Nuno datang ia perlu beradaptasi. Tapi jika melihat kiprahnya di Wolves, rasanya Nuno tidak akan kesulitan membangkitkan Chelsea. Sang nakhoda perlu diberi kepercayaan mengarungi tantangan baru.

Frank Lampard

Hingga saat ini, Lampard sepertinya menjadi pilihan yang paling realistis bagi Chelsea jika Sarri pergi ke Juventus. Mantan pemain berusia 40 tahun ini adalah salah bintang terbaik yang pernah dimiliki The Blues.

Saat ini ia membukukan rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa Chelsea, mencetak 211 gol untuk klub dalam 15 tahun di sana. Lampard juga mempersembahkan tiga gelar Liga Inggris, empat Piala FA, dan sebiji trofi Liga Champions pada 2012.

Satu-satunya masalah bagi Lampard adalah bahwa ini mungkin datang terlalu dini dalam karier manajerialnya. Dia baru saja menjalani musim pertama di klub kasta Championship, Derby County. Prestasinya lumayan bagus di sana, klub hampir promosi sebelum kalah di laga play-off melawan Aston Villa, tapi bisa dibilang Lampard belum matang pengalaman.

 

Massimiliano Allegri

Unik juga jika benar-benar terjadi Sarri pergi ke Juventus, Allegri pergi ke Stamford Bridge. Pertukaran yang sepadan.

Bersama Juventus, memenangkan lima gelar Serie A beruntun.

Dia telah membangun salah satu skuad terbaik di Eropa, dan satu-satunya noda pada buku salinannya adalah kegagalannya memenangkan Liga Champions, meskipun Juve di tangannya sempat finis sebagai runner-up dua kali, sebelum dipecundangi Barcelona (2015) dan Real Madrid (2017).

Masalah dengan manajer yang mengambil alih Chelsea adalah mereka harus bekerja dengan apa yang sudah ada di sana karena larangan transfer mereka. Allegri mungkin ingin membawa pemain yang sesuai dengan gayanya ke Chelsea jika dia jadi manajer di klub ini, dan dia mungkin merasa sekarang bukan waktu terbaik untuknya.

Sumber: Bola.com

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ario Yosia, Adyaksa VidiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan