Analisa Permainan Buruk Persija di Piala Presiden dan Piala AFC

Persija Jakarta mengalami tiga kekalahan beruntun sejak Piala Presiden hingga Piala AFC, apa yang menyebabkan ini? Apakah karena Persija sudah kehilangan sang juru gedor Marko Simic?

Diterbitkan 26 April 2019, 13:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Rangkaian tur tandang Persija Jakarta masih berlanjut tatkala dijamu Becamex Binh Duong di Vietnam pada 1 Mei 2019. Tiga hari berselang, Macan Kemayoran sudah bersiap untuk meladeni perlawanan Bali United pada leg kedua babak delapan besar Piala Indonesia di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, 4 Mei 2019.

Kehilangan Marko Simic

Usai kehilangan Marko Simic seusai berjumpa Newcastle Jets pada babak eliminasi kedua Liga Champions Asia (LCA), 12 Februari 2019, Persija Jakarta telah memainkan sepuluh pertandingan. Empat laga berhasil dimenangkan, tiga pertandingan berakhir imbang, serta tiga laga lainnya berakhir dengan kekalahan.

Dari 10 laga tersebut, Persija Jakarta mampu membukukan 19 gol. Mirisnya, tak ada satu pun sumbangsih yang berasal dari pemain depan.

Deretan striker Persija Jakarta seperti Rishadi Fauzi (pinjaman), Bambang Pamungkas, dan Silvio Escobar masih mandul di depan gawang lawan. Tumpulnya barisan penyerang menjadi salah satu faktor terbesar Macan Kemayoran tampil melempem belakangan ini.

Komposisi Pemain Kurang Dalam

Komposisi pemain Persija Jakarta juga kurang dalam. Kualitas pemain cadangan tidak sebanding dengan pilar utama.

Nama-nama seperti Ryuji Utomo, Tony Sucipto, dan Fitra Ridwan, memang terbilang punya performa lumayan. Tapi, sosok-sosok seperti Al Hamra Hehanussa, Yan Pieter Nasadit, Nugroho Facthur Rohman, Septinus Alua, dan Heri Susanto masih membutuhkan jam terbang sebagai pemain pengganti.

Apabila pemain starter Persija Jakarta absen, maka pemain penggantinya belum selevel untuk menjadi pilar utama.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Muhammad Adi Yaksa, Defri Saefullah, Wiwig PrayugiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan