3 Pemain Ini Bisa Jadi Pembeda di Semifinal Liga Champions

Ajax Amsterdam dan Tottenham muncul jadi tim kejutan. Mereka lolos ke semifinal Liga Champions usai mengalahkan dua tim favorit Juventus dan City dengan cara yang luar biasa.

Diterbitkan 20 April 2019, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Babak perempat final Liga Champions telah berakhir. Hasilnya, dua tim favorit dan 2 klub kejutan sudah memastikan tempat di semifinal. Keempat tim itu adalah Barcelona, Liverpool, Tottenham Hotspur dan Ajax Amsterdam.

Liverpool, yang dijagokan dalam turnamen ini, sepertinya masih terlalu kuat bagi FC Porto. Pada laga perempat final, FC Porto dinilai sangat membutuhkan keajaiban untuk mengalahkan salah satu tim paling menakutkan di Eropa.

Dan, seperti harapan The Reds - julukan lain- Liverpool menang agregat 6-1, dan berhak maju ke semifinal Liga Champions.

Barcelona sempat "diragukan" saat bertemu Manchester United, meski mereka tetap difavoritkan pada laga itu. Tapi, akhirnya mereka menang di Old Trafford dan membawa pulang keunggulan satu gol.

Di Camp Nou, tim Catalan yang dipimpin Lionel Messi berhasil menghancurkan MU dengan angka meyakinkan 3-0.

Ajax dan Tottenham benar-benar mengejutkan bisa lolos ke semifinal. Mereka sukses mengalahkan dua tim favorit Juventus dan Manchester City masing-masing dan dengan cara yang luar biasa.

Kini, keempat tim akan berusaha lagi menampilkan performa luar biasa untuk mencoba memenangkan Liga Champions. Dari tim-tim itu, setidaknya ada 3 pemain yang benar-benar dapat memmbuktikan diri jadi pembeda atau pengubah permainan.

Virgil van Dijk

Virgil van Dijk telah menjadi sensasi musim ini, dan ia adalah bagian terakhir dari teka-teki jigsaw untuk mengubah Liverpool dari penantang gelar menjadi tim pemenang yang layak.

Statistik menunjukkan bahwa penampilan pemain asal Belanda itu, sudah mulai meningkat. Tapi, sekarang dia akan menghadapi pemain yang mungkin terhebat sepanjang masa, Lionel Messi.

Messi beroperasi di posisi gelandang serang dan lebih mengarah ke sisi kanan lapangan, dan di situlah biasanya van Dijk membela timnya - di posisi bek tengah kiri.

Tidak ada keraguan keduanya akan head to head di kedua kaki, dan jika van Dijk berhasil menetralisir Messi, Liverpool memiliki peluang besar untuk mengalahkan Barcelona dan mungkin memenangkan Liga Champions.

Matthijs de Ligt

Tidak banyak yang memahami pentingnya kapten Ajax yang berusia 19 tahun memimpin timnya dari belakang. Matthijs de Ligt kini berada di 3 pemain bertahan teratas di Eropa musim ini.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Lawan yang akan dihadapi Ajax adalah Tottenham, yang dipastikan tanpa Son dan Kane di leg pertama. Dan, situasi itu membuat De Ligt bisa memberi ruang bernapas. Kemitraan De Ligt dengan Daley Blind di belakang telah membuatnya menjadi pemain yang luar biasa pada usia 19 tahun. Dan, ketika Ajax berada pada titik dimana mereka telah melampaui harapan, bek tengah Belanda dapat bermain pada yang terbaik ekspresifnya melawan Spurs.

Halaman
Show All
Achmad Yani Yustiawan, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan