3 Catatan Ini Menunjukkan Performa Nemanja Matic Anjlok bersama MU

Musim ini, Nemanja Matic dinilai tampil tidak sesuai ekspektasi MU.

Diterbitkan 05 April 2019, 19:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta Nemanja Matic adalah salah satu pemain terbaik Manchester United (MU) di bawah asuhan Jose Mourinho. Namun, rapor jangkar asal Serbia ini sangat mengecewakan pada musim ini.

Pemain berusia 30 tahun itu adalah satu di antara beberapa bintang yang kinerjanya cukup buruk di paruh pertama musim ini di bawah Jose Mourinho.

Hubungan baik Mourinho dengan Matic mungkin menjadi satu-satunya alasan yang membuatnya tetap berada di MU.

Kedatangan Solskjaer mampu meningkatkan performa Matic, seperti yang terjadi pada sebagian besar pemain Manchester United. Dia mulai tampil di level biasanya pada musim lalu.

Namun, Matic tak mampu mempertahankan konsistensi permainannya. Performanya terlihat menurun drastis saat timnya menelan kekalahan dari Arsenal dan Wolves.

Tidak ada diragukan lagi kalau Matic adalah pemain yang fantastis ketika berada dalam performa terbaiknya. Namun, gelandang Serbia itu mulai terlihat seperti sudah melewati masa jayanya.

Berikut 3 alasan mengapa waktu Nemanja Matic di MU akan segera berakhir seperti dilansir Sportskeeda.

Kecepatan Menurun

Matic memang bukan pemain yang punya kecepatan luar biasa. Dia lebih mengandalkan penempatan posisi dan kecerdasan taktisnya dalam pertandingan, tetapi pemain membutuhkan kecepatan dibutuhkan untuk bertahan di Premier League dan dia sepertinya sudah kehilangan itu di musim ini.

Setelah Piala Dunia di Rusia, Matic menjalani operasi perut selama United mengikuti tur pra-musim di Amerika Serikat. Hal itu membuatnya absen dalam beberapa pertandingan pada awal musim ini.

Mengingat tim-tim papan tengah Premier League semakin mengandalkan pressing tinggi untuk memenangkan penguasaan bola, Matic terlihat kesulitan untuk menghadapi intensitas permainan lawan.

Pemain membutuhkan kecepatan dan kelincahan untuk menghadapi pressing tinggi. Atribut itu sudah terlihat menurun dari Matic sehingga membuatnya rentan dikalahkan pemain lawan.

Tidak Cocok dengan Strategi Serangan Balik Solskjaer

Matic adalah gelandang yang hebat. Dia pernah bermain di tim yang mengandalkan serangan di bawah Jose Mourinho di Chelsea.

Tetapi mengingat usianya saat ini, Matic sudah kehilangan kecepatannya, dan dia juga kehilangan kemampuannya untuk mendistribusikan bola dengan cepat. Manchester United era Solskjaer suka mendominasi penguasaan bola melawan tim yang lebih lemah, tetapi mereka tidak terlalu memanfaatkan kecepatan yang dimiliki oleh Marcus Rashford, Anthony Martial, Romelu Lukaku, Jesse Lingard dan Paul Pogba.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Bermain bertahan membantu Solskjaer mencatatkan kemenangan yang mengesankan melawan Tottenham dan Arsenal, dan juga dalam comeback melawan PSG di Paris. Mengingat hasilnya cukup bagus sejauh ini, Solskjaer mungkin akan menerapkan pendekatan yang sama melawan Barcelona di perempat final Liga Champions. Gelandang bertahan saat ini dituntut untuk bermain lebih dinamis dan terarah pada bola, terutama ketika melancarkan serangan balik. Matic bukan lagi pemain yang seperti itu.

Halaman
Show All
Ario Yosia, Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan