Football Bloody Hell Jilid 2 Manchester United

Ketika semua memprediksi satu hal, sepak bola membalikkan semuanya menyusul kemenangan Manchester United atas PSG.

Diterbitkan 07 Maret 2019, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Namun, Skomina berpegang pada sikap. Penalti dilakukan pada menit keempat injury time. Marcus Rashford maju sebagai algojo.

Dia belum pernah mengambil penalti bagi Manchester United. Berusia 21 tahun, dia menghadapi salah satu kiper terhebat sepanjang masa.

Di bawah tekanan itu, Rashford menunjukkan ketenangan dan melesakkan tendangan keras yang merobek sudut kanan gawang Buffon. "Tidak ada ketegangan, dia anak muda berani," kata Solskjaer, dilansir Guardian.

Kualitas Solskjaer

Hasil ini pun memperkuat daya tawar Solskjaer untuk mengamankan jabatan manajer permanen Manchester United. Bagaimana tidak, dia sudah membuktikan kualitas lewat catatan 14 pertandingan tidak terkalahkan di pentas domestik, 12 di antaranya berupa kemenangan. Kini mantan manajer Cardiff City itu menunjukkan kemampuan bisa bicara banyak di pentas Eropa.

Meski begitu, Solskjaer menyatakan fokusnya saat ini hanya tertuju hingga akhir musim sesuai kesepakatan ketika dipercaya menggantikan Jose Mourinho pertengahan Desember silam.

"Saya coba menjalankan tugas sebaik mungkin dan kita lihat ke mana capaian tadi membawa kita nanti. Saya menjalani periode fantastis dan menikmati keberadaan di sini," kata sosok asal Norwegia itu.

Apapun yang berlangsung selanjutnya, Manchester United dan pecinta sepak bola dunia akan mengingat malam di Paris sebagai salah satu comeback terbaik sepanjang masa. Sebuah pertandingan yang membuat mengapa cabang olahraga ini bakal dan tetap menjadi yang terpopuler di muka bumi.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan