Parade Bintang ONE Championship Super Series di 2018

Berikut petarung-petarung yang tampil gemilang sepanjang ONE Championship 2018.

Diterbitkan 02 Januari 2019, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Meski menghadapi lawan yang agresif dan kuat, petarung Italia ini tetap tenang, menentukan laju pertarungan dan secara konsisten menghantam sasarannya dengan pukulan dan tendangan keras.

Yodsanklai IWE Fairtex

Beberapa atlet mampu meraih prestasi dalam ONE Super Series, tetapi setelah legenda Muay Thai Yodsanklai IWE Fairtex bergabung dalam ONE Championship, peta ini berubah seketika..

Sepasang kemenangan petarung yang memiliki julukan “The Hero” ini membantu mengukuhkan statusnya dan membuktikan bahwa ia tidak terpengaruh cidera yang dideritanya setelah ia pensiun singkat pada tahun 2017.

Dalam ajang ONE: UNSTOPPABLE DREAMS di bulan Mei, “The Hero” bertarung habis-habisan dalam pertarungan yang memikat melawan Chris Ngimbi dan menang dengan keputusan mutlak para juri.

Ia mengakhiri tahun ini dalam kondisi prima tanggal 7 Desember, saat menang KO atas petarung asal Brazil, Luis Regis, dengan tiga hantaman uppercut cepat yang dilancarkannya. Yodsanklai tidak terkalahkan selama tujuh tahun dan masih menunjukkan bahwa ia masih haus akan kemenangan.

Stamp Fairtex

Petarung bintang asal Thailand, Stamp Fairtex, pertama kali tampil dalam ONE Warrior Series milik Rich Franklin awal tahun ini , saat ia mencatatkan tendangan knockout ke arah kepala dalam 19 detik penampilan debutnya di kancah mixed martial arts.

Namun, bintang berpengalaman asal Thailand ini menyatakan kiprahnya saat ia menukar disiplin pertandingan untuk menantang dan memenangkan gelar ONE Kickboxing Atomweight World Title dari “Killer Bee” Kai Ting Chuang bulan Oktober.

“Killer Bee” berada dalam kondisi puncak saat ia mengalahkan Yodcherry Sityodtong untuk merebut gelar ini, tetapi Stamp dengan sukses membasmi serangannya dengan berbagai jab, tendangan dan serangan lutut dalam kuncian.

Petarung asal Pattaya ini berangkat dari sosok yang kurang dikenal menjadi juara dunia dalam waktu sangat singkat, dimana 2019 akan menjadi tahun yang besar bagi bintang lintas disiplin beladiri ini.

Han Zi Hao

Perjalanan atlet asal Tiongkok yang berbasis di Thailand, Han Zi Hao, tidak selalu mulus. Walau ia lolos dari KO, ia hampir dikalahkan oleh Panicos Yusuf dalam debutnya di ONE pada bulan Juli. Ia melaju untuk menjadi salah satu penampil paling produktif di ONE Super Series.

Han mengalahkan Stergos Mikkios dan mengklaim kemenangan dengan keputusan mutlak di hadapan penonton tuan rumah di Shanghai. Ia kemudian menang KO atas Ryan Jakiri di Myanmar, dalam waktu 1 menit 39 detik di ronde pertama ajang ONE: PURSUIT OF GREATNESS.

Melengkapi kebangkitan yang luar biasa, Han menambahkan kemenangan ketiga – dan KO kedua – di ONE: CONQUEST OF CHAMPIONS di Manila. Kemenangan ronde pertama atas Azwan Che Wil memberikan Han posisi puncak untuk sebagian besar kemenangan di berbagai laga penuh serangan ONE.

Petchdam Kaiyanghadao

Sosok karismatik Petchdam Kaiyanghadao, dengan dua KO dalam penampilannya di ONE Super Series, mengukuhkan dirinya sebagai salah satu bintang di dalam divisi flyweight.

Penutup kemenangan spektakulernya atas Josh Tonna menggema di seantero Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Kemenangan kedua petarung Thailand itu, dengan KO melawan Kenny Tse di hadapan pendukung kuat di Bangkok, sangat tak terlupakan – dengan tendangan mengerikan dari kaki kiri Petchdam ke arah kepala yang mendarat di rahang lawannya dan mengakhiri pertandingan.

Petchdam tidak hanya memenangi dua pertandingan, ia memiliki kemampuan untuk menyerang lawan dengan mendadak. Dukungan penggemar petarung berusia 20 tahun ini terus meningkat, seiring bertambahnya penampilan Petchdam di kancah ONE Super Series.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan