5 Masalah Manchester United yang Harus Segera Dibereskan Solskjaer

Solskjaer ditunjuk sebagai pelatih Manchester United hingga akhir musim ini.

Diterbitkan 22 Desember 2018, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Manchester - Ole Gunnar Solskjaer baru saja diangkat sebagai manajer sementara Manchester United (MU). Ia terpilih untuk menggantikan Jose Mourinho yang dipecat.

Mourinho dipecat setelah bertugas selama dua setengah tahun di Old Trafford. Mereka resmi memutuskan kontrak manajer Portugal itu pada awal pekan kemarin usai Setan Merah kalah 3-1 dari Liverpool di ajang Premier League.

Manchester United (MU) sendiri tidak butuh waktu lama untuk mencari pengganti sementara Mourinho. Mereka merekrut manajer Molde sekaligus legenda mereka, Ole Gunnar Solskjaer untuk melatih Setan Merah hingga akhir musim nanti.

Solskjaer tentu saja sudah ditunggu sejumlah tugas berat di Old Trafford. Mantan striker Norwegia itu harus bisa membereskannya dalam waktu singkat untuk mendongkrak prestasi Setan Merah.

Berikut lima tugas berat yang harus ditangani Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United (MU) seperti dilansir talkSPORT.

5. Terapkan Mentalitas Menyerang

Manchester United tidak memainkan sepakbola menyerang selama beberapa tahun belakangan ini. Mereka cuma memperkuat pertahanan dan mengandalkan serangan balik sehingga terlihat sangat membosankan.

Solskjaer pasti sudah tahu keinginan pada suporter karena pernah bermain selama bertahun-tahun di Old Trafford. Ia harus menerapkan gaya bermain yang menarik agar bisa sukses di sana.

Pekerjaan Solskjaer mungkin tidak terlalu sulit. Sebab, ia punya banyak pilihan pemain berkarakter menyerang seperti Romelu Lukaku, Anthony Martial, Marcus Rashford, Alexis Sanchez, Jesse Lingard dan Paul Pogba.

4. Benahi Pertahanan

Premier League baru berjalan 17 pertandingan, tetapi Setan Merah sudah kemasukan 29 gol. Itu satu gol lebih banyak daripada jumlah kemasukan musim lalu dan sama dengan musim 2016/17 saat mereka finis di urutan keenam.

Memang tidak mudah bagi Solskjaer untuk memperbaiki lini belakang yang dilanda cedera, punya masalah kepercayaan diri, dan rentan melakukan kesalahan. Namun, jika dia bisa membuat mereka sedikit lebih tangguh dia akan memulai dengan awal yang solid.

Di Molde, pelatih Norwegia itu mencatatkan rata-rata kemasukan 1,25 gol dalam tiga tahun terakhir. Sementara itu, Mourinho di United kebobolan pada tingkat 1,7 gol per pertandingan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Paul Pogba cukup sering berada di bangku cadangan sepanjang musim 2018/19. Jose Mourinho sepertinya sudah tidak terlalu mempercayai sang pemain. Pada Piala Dunia 2018, pemain asal Prancis itu bermain cemerlang bersama bintang-bintng lainnya. Namun, Pogba tidak mampu menunjukkan performa yang sama ketika kembali ke klub. Solskjaer sudah bermain bersama banyak superstar selama waktunya di Old Trafford. Dia pasti sudah belajar dari Sir Alex Ferguson bagaimana cara menghadapi ego yang bermasalah dan pemain kunci yang kurang bagus.  

Halaman
Show All
Windi Wicaksono, Adyaksa VidiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan