Deretan Tantangan yang Dihadapi Marquez Setelah Jadi Juara Dunia MotoGP 2018

Tantangan untuk Marc Marquez tak berhenti setelah menjuarai MotoGP 2018.

Diterbitkan 22 Oktober 2018, 21:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Namun, tantangan paling sulit jelas mengejar rekor Nieto dan Agostini. Marquez butuh kerja keras, konsistensi, dan dukungan penuh dari tim.

2. Jaga Motivasi

Tampil dominan di MotoGP bisa menguntungkan atau malah jadi ujian bagi Marc Marquez. Keuntungannya, kans Marquez menambah pundi-pundi gelarnya sangat terbuka. 

Musim depan Marquez dipastikan masih menjadi favorit juara. Jika para rival tak berbenah, bukan tak mungkin Baby Alien akan kembali jadi juara dunia. 

Namun, dominasi seperti itu juga bisa jadi ujian bagi Marquez. Ujiannya adalah bagaimana menjaga motivasi untuk terus bekerja keras, menjaga konsistensi, dan berusaha tampil kompetitif di setiap balapan. 

Dalam beberapa kesempatan, Marquez mengisyarakan motivasinya masih besar. Dia mengklaim hidup dalam impian yang tak ingin diakhirinya. 

Marquez berjanji selalu berusaha bertarung untuk perebutan gelar. Menurutnya, tekanan bukan masalah besar. Dia malah mengaku termotivasi berkat tekanan-tekanan itu. 

 

3. Pulihkan Kondisi

Marc Marquez berencana naik meja operasi pada Desember 2018. Dia ingin memulihkan cedera bahu yang sudah cukup lama menderanya. 

Marquez mengalami dislokasi bahu saat berlatih dengan adiknya, Alex, dan temannya, Jose Luis, di dirt track. Dislokasi bahu itu kembali dirasakannya saat berselebrasi setelah memastikan gelar juara di MotoGP Jepang, Minggu (21/10/2018). 

Marquez telah membuat janji operasi dengan dr Mir. Tantangan yang dihadapinya adalah bagaimana memulihkan kondisinya dengan cepat. 

Dia harus siap pada Januari, ketika pramusim MotoGP 2019 resmi dimulai.  

 

4. Bersaing Lawan Lorenzo

Tantangan besar yang akan dihadapi Marc Marquez adalah bersaing melawan Jorge Lorenzo dengan senjata yang sama. Seperti diketahui, Lorenzo bakal menjadi rekan setim Marquez di Repsol Honda. 

Marquez punya kesempatan untuk memveto langkah Honda menggaet Lorenzo. Namun, dia tak melakukannya. Dia punya alasan khusus atas keputusannya itu. 

Pertama, Marquez merasa memiliki pembalap dua pembalap tercepat akan membuat dirinya dan Honda menjadi lebih baik. Alasan kedua, dia akan terpacu tampil lebih baik. 

Marquez tak akan punya alasan apa pun jika kalah bersaing dengan Lorenzo atau sebaliknya, karena mereka kini punya motor yang sama. 

 

5. Mengurangi Jatuh

Marc Marquez punya pekerjaan rumah yang harus dicari solusinya pada musim depan, satu di antaranya bagaimana mengurangi insiden terjatuh di lintasan. 

Musim ini (hingga MotoGP Jepang), dia sudah 18 kali terjatuh. Jumlahnya sudah jauh berkurang dibanding pada musim 2017, yaitu 27 kali. 

Namun, angka 18 tetap tinggi untuk satu musim. Menurut AS, Marquez berada di posisi kedua dalam kategori tersebut pada musim ini. 

Beruntung, insiden-insiden tersebut tak membuat Marquez cedera. Dia tetap tampil konsisten dan perkasa, hingga menyegel gelar juara dunia MotoGP 2018.  

 

6. Menjajal Pindah Tim

Marc Marquez memenangi semua gelar juara dunia MotoGP bersama Honda. Belum ada tanda-tanda Baby Alien ingin menjajal petualangan bersama tim lain. 

Kans skenario itu terjadi dalam waktu dekat kurang begitu menjanjikan. Saat ini, Marquez sangat nyaman bersama Honda. 

Namun, bukan tak mungkin keinginan itu muncul suatu saat nanti. 

Beberapa pembalap papan atas tercatat sudah pernah memperkuat lebih dari satu tim, satu di antaranya Valentino Rossi. Dia sudah pernah memperkuat Yamaha, Honda, dan Ducati. Begitu juga dengan Lorenzo yang sudah menjajal Yamaha dan Ducati, serta musim depan bergabung ke Honda. 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yus Mei Sawitri, Aning JatiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan