4 Bintang Andalan Timnas Indonesia U-19 di Piala AFC 2018

Timnas Indonesia U-19 siap tempur menghadapi ajang Piala AFC U-19 2018.

Diterbitkan 16 Oktober 2018, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Witan kerap terlihat berada di posisi sayap kiri ketika melakukan penyerangan. Namun, dalam sekejap ia bisa kembali menjadi poros serangan tim. Pergerakan yang cepat dan dinamis di posisi yang berbeda membuat Witan memiliki keunggulan untuk mengecoh pengawalan ketat pemain lawan.

Dengan kehadiran pemain yang mampu bermain di sejumlah posisi seperti Witan, Indra Sjafri memiliki sejumlah opsi formasi dengan tetap memainkan gelandang andalannya itu.

Todd Rivaldo Ferre

Satu lagi gelandang muda enerjik yang bisa menjadi senjata bagi Indra Sjafri untuk memecah pertahanan lawan dari lini tengah. Todd Rivaldo Ferre, pemain yang muncul dari keberhasilan Persipura Jayapura U-19 menjuarai Liga 1 U-19 2017, kini menjadi bagian yang penting bagi Timnas Indonesia U-19.

Kecepatan dan teknik mengolah bola yang dimiliki Valdo sangat berkelas. Pemain-pemain lawan yang menghadapinya di Piala AFF U-19 2018 pun tak bisa berbuat banyak ketika liukan-liukan yang diperagakannya mampu menerobos masuk ke dalam kotak penalti hingga menjebol gawang lawan.

Satu momen yang paling menarik terlihat ketika Timnas Indonesia U-19 menghadapi Vietnam di Piala AFF U-19 2018. Saat itu Rafli Mursalim membuka keunggulan Tim Garuda Nusantara.

Namun, yang perlu diperhatikan adalah momen yang terjadi sebelum gol tersebut. Rivaldo Ferre mampu mengecoh lima pemain Vietnam dari tengah lapangan hingga ke dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan yang membentur mistar gawang dan dimaksimalkan oleh Rafli untuk menjadi gol.

Selain itu, sebuah gol dicetak Valdo ketika menghadapi Singapura. Gol yang dicetaknya pun sangat luar biasa karena berawal dari penetrasi dari sisi kanan dan berhasil mengecoh dua pemain lawan sebelum melepaskan tembakan tepat di depan pemain ketiga yang berusaha menghalanginya.

Dengan kemampuan individu yang luar biasa, Todd Rivaldo Ferre bisa menjadi solusi ketika Timnas Indonesia U-19 perlu mendobrak lini pertahanan tim lawan yang sulit dilakukan dari permainan sayap seperti yang biasa diterapkan oleh Timnas Indonesia pada umumnya.

Nurhidayat Haji Haris

Sosok sentral di pertahanan Timnas Indonesia U-19. Ketenangannya dalam mengantisipasi pergerakan lawan yang masuk ke kotak penalti Timnas Indonesia U-19 membuat Indra Sjafri memilihnya menjadi kapten tim.

Pemain yang karib disapa Dayat itu memang terkenal tenang dalam mengawal lini pertahanan Timnas Indonesia U-19. Meski bertubuh sedikit gempal, Dayat tak kesulitan untuk bisa mengejar pemain-pemain berkaki cepat yang bisa mengancam gawang tim yang dibelanya.

Belum lagi daya tahannya untuk menghalau dan melakukan sapuan ke depan membuatnya dinilai mampu mengamankan dengan baik lini pertahanan Tim Garuda Nusantara. Nurhidayat Haji Haris pun sejauh ini mampu memperlihatkan konsistensi yang luar biasa di lapangan.

Bahkan ketika tidak membela Timnas Indonesia U-19, Nurhidayat Haji Haris kerap dipercaya pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy, untuk tampil bersama senior-seniornya sebagai pemain inti.

Keberadaan Dayat di lini pertahanan sekaligus menjadi kapten yang memantau permainan tim dari belakang dipastikan akan memberi jaminan lawan akan sulit untuk bisa menembus pertahanan tim.

Egy Maulana Vikri

Nama yang paling mentereng di skuat Timnas Indonesia U-19. Meski baru bergabung bersama rekan-rekan setimnya dalam hitungan hari jelang Piala AFC U-19 2018, tapi pengalaman dan ilmu yang didapatnya di Polandia menjadikan Egy Maulana Vikri sebagai seorang kartu As bagi permainan Tim Garuda Nusantara.

Egy Maulana Vikri merupakan pemain yang mengikuti seleksi tim asuhan Indra Sjafri sejak awal 2017. Performa cemerlang bersama Timnas Indonesia U-19 mengantarnya menjadi seorang bintang muda yang memiliki kesempatan untuk menimba ilmu di luar negeri.

Lechia Gdansk, klub kasta tertinggi Polandia, tak ragu untuk memberikan kontrak profesional kepada Egy Maulana Vikri pada awal 2018. Proses teken kontrak itu dimulai pada 8 Juli 2018, atau satu hari setelah ulang tahun Egy yang ke-18.

Pengalaman bermain bersama Lechia Gdansk membuatnya tak perlu mengikuti pemusatan latihan panjang bersama Timnas Indonesia U-19. Indra Sjafri percaya ilmu dan jam terbang yang didapatkan oleh Egy bersama klubnya akan mendongkrak permainannya hingga ke batas maksimal ketika dibutuhkan Tim Garuda Nusantara.

Kini Egy Maulana Vikri sudah bergabung kembali dengan Timnas Indonesia U-19. Permainan apik yang menghibur pun akan dinantikan oleh jutaan penggemar Timnas Indonesia di Piala AFC U-19 2018.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Benediktus Gerendo Pradigdo, Edu Krisnadefa, Juprianto Alexander SianiparTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan