Piala Dunia 2018 : Permainan Kylian Mbappe Perlihatkan Sisi Gelap Pinggiran Kota Paris

Prestasi Kylian Mbappe dan Timnas Prancis di ajang Piala Dunia tidak hanya membawa semangat positif bagi negara itu, juga membuka mata publik tentang sisi gelap daerah pinggiran di sana

Diterbitkan 06 Juli 2018, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kehilangan Energi Keberagaman

Dua puluh tahun yang lalu, Prancis memenangkan Piala Dunia dengan anggota tim berasal dari beragam ras. Ini dianggap sebagai harapan adanya keharmonisan di negara fesyen ini. 

Namun, kerusuhan beberapa tahun di pinggiran, membuyarkan semua harapan tersebut.

Pemerintah kerap berjanji untuk membenahi pinggiran kota namun sebagian besar tidak terpenuhi. Daerah-daerah tersebut sekarang lebih sering menangani masalah mereka sendiri.

Di kota asal Mbappe, Bondy, blok-blok perumahan umum yang lama diruntuhkan dan digantikan unit-unit perumahan kecil yang lebih menarik.

Walikota Thomassin mengatakan, ada energi tentang keberagaman di pinggiran kota yang hilang.

"Pinggiran kota kami dipenuhi dengan bakat dan motivasi. Tapi sebagian besar Prancis belum menyadari hal ini. Ada dunia lain di sisi lain jalan raya Paris," katanya.

Menarik Tim Sepakbola Profesional

Sekalipun saat ini sering diidentikkan dengan kota asal yang menjadi tempat bersembunyinya pelaku teror, pinggiran Paris menarik perhatian perekrut tim sepak bola beberapa tahun terakhir. Beberapa pemain dari klub kecil saat ini telah bermain secara profesional di Prancis dan internasional.

Salah satunya, Mickael Nade yang bermain di sebuah tim sepak bola Sarcelles dan sudah bergabung dengan tim profesional, Saint-Etienne. Orangtuanya berasal dari Pantai Gading, namun dirinya mengatakan merasa sebagai orang Perancis.

"Aku tidak lupa asalku, tapi aku benar-beanr orang Prancis," ujar Nade.

Sarcelles yang terletak tidak jauh dari Bondy. Daerah itu dikenal dengan komunitas Muslim dan Yahudi yang besar.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Giovani Dio Prasasti, Benedikta Desideria, Aditya Eka PrawiraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan