Prediksi Bali United Vs Arema FC: Memburu Kebangkitan

Bali United dan Arema dalam kondisi yang kurang baik musim ini.

Diterbitkan 18 Mei 2018, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Gianyar - Laga Bali United kontra Arema FC di Stadion I Wayan Dipta dipastikan berjalan seru. Pasalnya kedua tim sedang mencari momen kebangkitan.

Dalam duel ini, Bali United lebih diunggulkan karena mereka bermain di kandang sendiri. Mereka punya memori manis musim lalu ketika membenamkan Arema dengan skor telak 6-1. Tetapi, kondisi waktu itu berbeda karena Bali United musim lalu sedang sedang garang dan jadi kandidat kuat juara.

Sementara sekarang mereka seperti kehilangan taji, terutama di lini depan. Masalah lain, tentu di lini belakang. Mereka sudah kebobolan 11 gol dan baru mencetak 10 gol. Bahkan Arema yang ada di posisi juru kunci lebih produktif untuk ukuran mencetak gol.

Sayangnya, Bali United terlempar dari persaingan papan atas setelah menelan tiga kelalahan beruntun. Satu di antara kekalahan itu bahkan terjadi di kandang sendiri, ketika menghadapi Sriwijaya FC (5/5/2018). Imbasnya, Bali United kini berada di urutan ke-12 klasemen sementara Liga 1 2018.

Sedangkan Arema FC justru lebih parah. Mereka masih berada di dasar klasemen dan baru memiliki enam poin dari delapan pertandingan.

Tim berjulukan Singo Edan ini dijauhi keberuntungan dan selalu kalah di kandang lawan serta hanya sekali menang di kandang sendiri.

Kini, mereka ingin bangkit di Bali setelah melakukan penyegaran di tim pelatih dengan menukar posisi Milan Petrovic menjadi pelatih kepala sementara Joko Susilo turun pangkat jadi asisten pelatih.

Itulah mengapa, laga Bali United melawan Arema FC akan berlangsung panas. Kedua pemain ingin membuktikan bisa mengakhiri fase buruk.

 

 

 

Memperlihatkan Perubahan

"Kami sudah melakukan evaluasi terkait hasil kurang bagus di pertandingan sebelumnya. Melawan Arema, pemain kami akan memperlihatkan hasil dari evaluasi tersebut," kata pelatih Bali United, Widodo Cahyono Putro.

Widodo juga sudah berbicara langsung dengan striker Ilija Spasojevic. Penyerang naturalisasi ini selalu jadi sorotan dan dibandingkan dengan penyerang musim lalu, Sylvano Comvalius. Spaso baru mencetak dua gol saja sementara Comvalius musim lalu jadi top scorer Liga 1 dengan total 37 gol.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Saya sudah berbicara dengan Spaso. Striker memang tugasnya mencetak gol. Tapi, selain itu, masih ada hal lain yang bisa dilakukan. Memberikan peluang kepada pemain lain untuk mencetak gol. Jadi yang terpenting itu adalah kerja sama tim," imbuh mantan pelatih Sriwijaya FC ini. Di kubu Arema, mereka juga sudah melakukan hal yang sama, yaitu memperlihatkan perubahan demi lepas dari posisi zona degradasi. Milan Petrovic, yang sudah naik pangkat jadi pelatih kepala, menegaskan akan memperlihatkan sesuatu yang berbeda di Bali. Meski, dia sebenarnya masih tergolong sosok baru di sepak bola Indonesia. "Saya baru 40 hari di Arema. Sekarang ada tantangan tersendiri untuk segera membawa Arema lebih baik. Tentu ada perubahan yang harus dilakukan karena banyak pertandingan yang lepas sehingga [Arema](3525496 "") berada di posisi yang tidak bagus," kata pelatih berpaspor Slovenia ini.

Halaman
Show All
Aning JatiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan