5 Blunder Transfer Terbesar yang Dilakukan Guardiola

Guardiola memang ahli meracik strategi, tapi sering blunder dalam memilih pemain.

Diterbitkan 25 Februari 2018, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

3. Cesc Fabregas

Fabregas adalah produk dari La Masia (akademi pemuda Barcelona) namun cabut ke Arsenal pada tahun 2003. Pada 2011, Guardiola memutuskan bahwa sudah waktunya untuk Cesc mudik dan buat klub menghabiskan € 29 juta untuk mengontraknya.

Hal-hal tampak bagus pada awalnya tapi kemudian kenyataan jadi buruk saat Fabregas harus bersaing dengan sejumlah pemain kelas dunia untuk mendapatkan tempat di starting eleven. Lionel Messi antara lain adalah starter pilihan pertama Pep yang menyebabkan waktu bermain terbatas untuk Fabregas.

Setelah tiga musim yang kurang mengesankan, ia meninggalkan Catalunya untuk kembali ke Premier League bersama raksasa London, Chelsea. Di sana, dia justru kembali mengilap dengan meraih dua gelar Liga Inggris.

2. Mario Gotze

Mario Gotze tiba di Bayern Muenchen dalam sebuah transfer kontroversial dari Borussia Dortmund pada 2013. Hal-hal besar diharapkan kepada pemain mungil asal Jerman ini.

Bintang final Piala Dunia 2014 ini mengalami masa-masa sulit di Bayern dan berjuang untuk kebugarannya. Cedera yang terus-menerus menghantui membuatnya tidak akan pernah bisa benar-benar masuk ke tim utama.

Pemain berusia 25 tahun itu gagal berbuat banyak Dia akhirnya dikirim kembali ke Dortmund pada 2016 dengan label gagal.

1. Zlatan Ibrahimovic

Superstar Swedia itu berada di puncak kesuksesan saat Pep memutuskan untuk membawanya ke Nou Camp dari Inter Milan pada 2009. Kesepakatan itu membuat Barca mengeluarkan 52.13 jutaeuro uang tunai dan berpisah dengan Samuel Eto'o.

Ibra tidak mengecewakan karena memiliki awal yang fantastis dengan Blaugrana, mencetak satu gol di setiap lima pertandingan liga pertamanya, membuat catatan baru. Namun, keadaan dengan cepat berubah menjadi buruk karena Guardiola dan Messi seperti bersekongkol mengusir pemain Swedia itu dari tim.

Pep membatasi waktu permainan Zlatan dan pada pertengahan musim, keduanya berseteru. Zlatan mencetak 22 gol dalam 46 penampilan untuk Barcelona sebelum dikirim ke AC Milan pada akhir musim. Sejak saat itu dia telah dengan lantang menyuarakan kebenciannya pada Pep, karena dianggap sebagai pengecut.

Eka Setiawan

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan