Sukses

Pakai Celana Merah, Arsenal Bakal Kalah Lawan City?

Liputan6.com, London - Arsenal bakal mendapat kesempatan langka saat menantang Manchester City di final Piala Liga Inggris akhir pekan ini. Pasalnya, The Gunners akan memakai celana merah untuk ketigakalinya dalam 39 tahun terakhir.

Biasanya Arsenal memakai jersey merah, celana putih dan kaos kaki putih saat bertanding. Namun karena City akan memakai celana putih, Arsenal pun harus memakai celana merah.

Laga terakhir Arsenal memakai celana merah tidak berjalan bagus. Tepatnya saat mereka bermain imbang 1-1 melawan WBA awal tahun 2018.

Sementara sebelumnya, Arsenal memakai celana merah pada 11 April 1978 melawan QPR. Laga itu pun berakhir dengan kekalahan.

Pada pertemuan di Liga Inggris musim ini, Arsenal memakai jersey ketiga berwarna hitam. Sayangnya mereka kalah 1-3 melawan City di Etihad.

 

 

2 dari 2 halaman

Laga Musim Lalu

Sementara musim lalu saat semifinal Piala FA dan dua ajang Liga Inggris, City memakai celana biru. Namun karena bertindak sebagai tuan rumah dalam final ini, maka City memakai celana putih yang merupakan kostum pertama mereka.

Tentu patut ditunggu hasil laga melawan City ini. Apalagi Piala Liga Inggris menjadi satu dari dua peluang Arsenal meraih trofi musim ini.

  • Raihan juara Liga Primer Inggris pada musim 2004-2005 tanpa menelan satu kekalahan pun yang dilakukan Arsenal hingga saat ini belum bisa diu
    Raihan juara Liga Primer Inggris pada musim 2004-2005 tanpa menelan satu kekalahan pun yang dilakukan Arsenal hingga saat ini belum bisa diu
    Arsenal
  • Manchester City sukses mengganggu dominasi Manchester United dalam beberapa musim belakangan karena akusisi yang dilakukan oleh Sheikh Manso
    Manchester City sukses mengganggu dominasi Manchester United dalam beberapa musim belakangan karena akusisi yang dilakukan oleh Sheikh Manso
    Manchester City
  • Piala Liga Inggris
Loading
Artikel Selanjutnya
Barcelona Lihat Celah Pinjam Aubameyang dari Arsenal
Artikel Selanjutnya
Hadapi Man City, MU Kembali Diperkuat De Gea dan Wan-Bissaka