Sukses

5 Pemain yang Bikin Arsenal Menyesal Pernah Menjualnya

Liputan6.com, London - Arsenal merupakan salah satu tim paling konsisten di papan atas Liga Inggris. Namun, penampilan mereka perlahan menurun, termasuk gagal lolos Liga Champions musim ini.

Hal itu disebabkan karena beberapa kesalahan Arsenal, seperti jual pemain bintangnya. Robin van Persie, contohnya. Ia hijrah ke Manchester United saat mencapai puncaknya dan bisa dibilang merupakan transfer paling buruk dari klub.

Van Persie nyatanya sukses mencetak 26 gol pdimusim berikutnya untuk membantu Sir Alex Ferguson mendaratkan gelar Liga Inggris ke-13. Padahal, andai tidak dijual, dia dapat diduetkan dengan Lukas Podolski dan bakal mendapatkan umpan-umpan manis dari Santi Cazorla.

Selain Van Persie, ada lima nama lain yang bikin Arsenal menyesal pernah menjualnya. Siapa saja? Berikut daftarnya dikutip Sportskeeda:

1 dari 6 halaman

5. Ashley Cole

Kepergian Ashley Cole ke Chelsea salah satu hal yang dipertanyakan fans Arsenal. Pemain yang termasuk dalam Golden Generation itu meninggalkan Arsenal setelah memenangkan dua gelar liga dan tiga Piala FA.

Lebih dari satu dekade telah berlalu, namun Arsenal belum bisa berhasil menutup lubang yang ditinggalkan Cole. Bek berbakat Inggris itu kemudian memenangkan tujuh penghargaan utama bersama Chelsea, termasuk Liga Champions.

Sementara Arsenal beberapa kali mencoba nama lain, semacam Gael Clichy, Kieran Gibbs, dan Armand Traore yang tidak berhasil memecahkan masalah itu. Sekarang, Nacho Monreal dan Sead Kolasinac memang mulai apik, tapi Cole tetap yang terbaik.

2 dari 6 halaman

4. Emmanuel Adebayor

Penembak jitu yang nyaris mencetak gol di tiap pertandingannya itu diizinkan untuk bergabung dengan Manchester City dengan mahar 26,10 juta pound. Arsenal kepincut dengan mahar besar yang disodorkan Chelsea.

Pemain asal Togo itu melanjutkan penampilannya saat pindah ke Real Madrid. Ia kembali ke London Utara pada musim 2011-12 untuk bergabung dengan rival Arsenal paling sengit, Tottenham Hotspur dan mencetak 17 gol dalam 33 penampilan.

Selama tinggal di Tottenham, dia membuat Arsenal sakit hati. Bahkan, dalam 17 gol yang diciptakannya, dua di antaranya dia cetak ke gawang The Gunners, sebuah pembuktian dari seorang Adebayor.

3 dari 6 halaman

3. Wojciech Szczesny

Setelah dianggap sebagai kiper besar masa depan oleh Arsene Wenger, Szczesny malah disia-siakan. Dia malah sekarang tengah disiapkan sebagai pengganti jangka panjang potensial bagi Gianluigi Buffon di Juventus.

Orang bisa berargumen bahwa tingkat konsentrasinya di lapangan dan disiplinnya selalu menjadi perhatian. Namun, setelah dipinjamkan dan kemudian dijual usai memenangkan penghargaan Golden Glove Premier League musim 2013-14, para fans mempertanyakan keputusan manajemen.

Petr Cech telah melewati masa jayanya, sedangan Ospina inkonsistensi. Hal ini membuat Arsenal telah gagal untuk menyimpan lembaran bersih selama lebih dari dua bulan sekarang. Kiper sekaliber Szczesny bisa menjadi jawaban atas kesengsaraan Arsenal.

4 dari 6 halaman

2. Thierry Henry

Pencetak gol Arsenal sepanjang masa menghabiskan delapan tahun yang gemilang di klub. Henry memenangkan dua gelar liga, tiga Piala FA dan memimpin klub ke satu-satunya final Liga Champions.

Henry rata-rata mencetak 28 gol selama lima musim berturut-turut untuk The Gunners. Dia diprediksi tinggal di Arsenal untuk waktu yang lama sebelum kejadian tak terduga membuat dia pindah ke Barcelona seharga 21,60 juta pound.

Anak yang hilang itu kembali menjalani masa pinjaman yang pendek dan memulai kembali tahun-tahun terakhir dengan8 gol melawan Leeds United di pertandingan Piala FA. Saat pergi,. Henry memang sudah melewati masa-masa emasnya, tetapi tetap saja banyak yang berharap dia akan pensiun di Arsenal.

5 dari 6 halaman

1. Harry Kane

Jika saja bisa memilih untuk membatalkan satu hal dari masa lalu, Arsenal sepertinya tak akan melepaskan Harry Kane yang berusia sembilan tahun. Saat ini, Kane memang menjadi striker paling mematikan di seluruh Eropa bersama Tottenham Hotspur.

Dia memiliki rekor 100% melawan Arsenal dan merupakan jantung permainan tim. Liam Brady, mantan kepala akademi dan legenda di Arsenal, mengaku melakukan kesalahan saat membiarkan Kane dicoret pada usia 9 tahun karena fisiknya yang gemuk.

Sekarang, dengan baru berusia 24 tahun, perawakan Kane bahkan proporsional. Dia adalah sosok tunggal yang memimpin kebangkitan Spurs belakangan ini.

(Eka Setiawan)

Artikel Selanjutnya
Arsene Wenger Ungkap Fakta tentang Pep Guardiola
Artikel Selanjutnya
Arsenal Kirim Pemandu Bakat Amati Kalidou Koulibaly