KOLOM: Ujian The Cizitens di Derbi Manchester

Manchester City akan diuji ketangguhannya oleh Manchester United di derbi Manchester akhir pekan ini.

Diterbitkan 08 Desember 2017, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Derbi Manchester. Manchester United vs Manchester City. Akhir pekan ini, tak ada yang bakal memalingkan muka dari laga sesama klub Manchester tersebut. Ini adalah laga penuh gengsi dan sarat kepentingan. Apalagi keduanya kini berada di dua tangga teratas klasemen Premier League. Man. City di puncak, Man. United di posisi kedua.

Bagi kedua klub, laga ini adalah the most anticipated match. Inilah laga yang akan sangat menentukan langkah kedua klub selanjutnya hingga akhir musim. Bagi Red Devils, kemenangan tentu membuka kans untuk menyalip sang rival. Sebaliknya, kekalahan bisa dikatakan mengubur kans juara karena kian tercecer jauh dari sang pemimpin klasemen.

Adapun bagi The Citizens, ini adalah ujian yang sesungguhnya. Setelah menghajar Liverpool dan Arsenal serta melewati ujian Chelsea, Derbi Manchester adalah saat pengukuhan kepantasan juara. Memang masih ada laga melawan Tottenham Hotspur pada medio Desember nanti. Namun, Derbi Manchester tetap saja ujian terbesar.

Derbi Manchester jadi sarat makna bagi Man. City bukan hanya karena Manchester United saat ini jadi pesaing terdekat dalam perburuan gelar. Lebih dari itu, Red Devils bersama Jose Mourinho adalah tim yang paling bisa menjadi antitetis dari The Citizens di bawah asuhan Pep Guardiola.

Siapa pun paham dan tahu persis betapa rancak performa Man. City musim ini. Setelah nirtrofi pada musim lalu, Guardiola mengubah wajah timnya. Dia mendatangkan banyak pemain untuk meremajakan skuat dan mendukung filosofi sepak bolanya.

Gelandang Manchester City, David Silva, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang West Ham pada laga Premier League di Stadion Etihad, Manchester, Minggu (3/11/2017). City menang 2-1 atas West ham. (AFP/Oli Scarff)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Man. City musim ini bisa dikatakan sebagai masterpiece Guardiola. Bila dibandingkan, The Citizens bermain dengan lebih baik dibanding Barcelona dan Bayern Muenchen di bawah asuhannya. Pelatih asal Katalonia itu sanggup mengikis unsur membosankan yang jadi efek samping utama dari tiki taka. Di Man. City, atraktivitas lebih menonjol. Guardiola tak hanya membuat anak-anak asuhnya menguasai bola, mempermainkan lawan dengan operan-operan cerdas di antara ruang-ruang kosong di lapangan. Dia juga menerapkan directness lewat tusukan cepat dengan memanfaatkan skill Raheem Sterling, Leroy Sane, Gabriel Jesus, dan tentu sang otak serangan, Kevin De Bruyne dan David Silva. [vidio:](https://www.vidio.com/watch/1200741-manchester-city-2-1-west-ham-liga-inggris-highlight-pertandingan-dan-gol-gol)

Halaman
Show All
Liputan6.com, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan