3 Hal Positif Warisan Montella Saat Melatih AC Milan

Montella belum lama ini dipecat AC Milan.

Diterbitkan 29 November 2017, 08:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Bedanya, waktu itu ia sukses membawa Milan menang 3-2. Dalam umur kepelatihan yang hanya satu tahun lima bulan itu, Montella berhasil mencatatkan sejumlah hal yang menyenangkan bagi para fans dan petinggi AC Milan. Salah satunya tentu saja adalah merebut Piala Supercoppa Italia, 23 Desember 2016.

Milan berhasil mengalahkan Juventus 5-4 lewat drama adu penalti, setelah sebelumnya bermain 1-1 selama 120 menit. Gelar itu pun menjadi satu-satunya gelar yang dipersembahkan Montella untuk AC Milan. Meski tak seberapa dibanding Scudetto maupun Piala Coppa Italia, Montella tetap mendapat sanjungan waktu itu, terlebih karena lawan yang ditaklukkan adalah Juventus.

2. Loloskan AC Milan ke Liga Europa

Meski belum mampu membawa AC Milan kembali ke puncak kejayaan, Montella setidaknya memberi pelipur lara bagi para fans. Ia meloloskan AC Milan ke Liga Europa dengan susah payah.

Bermodal keberuntungan karena hanya mampu finis di peringkat keenam klasemen akhir Serie A musim 2016/2017 (satu jatah lainnya diamankan Lazio sebagai finalis Coppa Italia), AC Milan kemudian melewati babak kualifikasi tanpa hambatan berarti.

Di putaran ketiga, mereka menundukkan Craiova dengan agregat 3-0. Sedangkan di putaran keempat, mereka melibas Shkendija dengan agregat 7-0. Hasil positif AC Milan pun sebenarnya masih terus berlanjut sampai di babak penyisihan grup. Kamis pekan lalu, sebelum akhirnya dipecat, Montella sukses membawa Milan menang telak 5-1 atas Austria Wien. Montella juga sudah meloloskan AC Milan ke babak 32 besar sebagai juara Grup D.

3. Tidak Pernah Berselisih dengan Pemain

Montella termasuk tipe pelatih yang tidak arogan dan egois. Ia selalu berupaya akrab dengan para pemainnya demi membangun keharmonisan tim. Tak mengherankan bila para penggawa Milan mendukungnya agar bertahan ketika ia gagal membawa AC Milan menang.

Montella juga selalu berusaha memberikan kesempatan bermain yang setara kepada semua pemainnya. Ia tak suka pilih kasih dalam menurunkan pemain. Buktinya, Andre Silva dan Nikola Kalinic, yang dibeli dengan harga mahal sekalipun, harus rela berbagi kesempatan bermain.

Demikian juga di lini belakang dan tengah. Pemain senior macam Riccardo Montolivo dan Lucas Biglia, memiliki kesempatan bermain yang dengan para pemain-pemain muda. Selain akur dengan pemain, Montella juga tak pernah cekcok dengan petinggi klub.

Mantan pemain AS Roma itu selalu bisa bertukar pikiran dengan adil dalam urusan manajemen pemain. Itu pula mengapa para petinggi klub segan kepadanya. Sampai akhirnya klub memutuskan untuk memecat Montella, mereka sampai harus mengutus orang lain untuk menyampaikan kabar tersebut. "Saya minta maaf atas waktunya. Tim masih mendukung saya. Saya harus berterimakasih pada klub, Fassone (CEO), dan Mirabelli (Direktur Olahraga). Tapi ini adalah sepakbola," ujar Montella usai dipecat. (Abul Muamar)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan