5 Kesalahan MU Musim Ini

Efektivitas masih menjadi masalah MU musim ini.

Diterbitkan 11 November 2017, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Luke Shaw, yang pernah menjadi bek termahal di dunia, telah gagal. Ashley Young pernah mengaku dalam sebuah wawancara, lebih suka bermain sebagai pemain sayap daripada fullback.

United secara tradisional menjadi tim yang bisa menciptakan peluang lewat tengah dan melalui kedua sisinya. Kapan pun fullback memiliki permainan yang tenang, tekanan pada gelandang serang dan playmaker meningkat untuk memberikan servis kepada striker.

Sayangnya, meski Young (1 assist) dan Valencia (0 assist) telah melaksanakan tugas bertahan dengan mengagumkan, tapi masih kalah dari nama lainn. Lihat saja Cesar Azpilicueta dari Chelsea (5 assist), Kieran Trippier dari Tottenham Hotspurs (4 assist) dan Kyle Walker dari Manchester City (4 assist).

Penurunan Performa Mkhitaryan

Mkhitaryan belakangan menjadi tulang punggung buat tim. Pada awal ia memberikan 5 assist dan mencetak gol untuk Red Devils.

Dalam tujuh pertandingan liga pertamanya untuk Setan Merah, dia menciptakan total 22 peluang. Tapi, dalam empat pertandingan liga berikut, dia hanya bisa menciptakan 2 peluang saja.

Pemain Armenia itu juga hanya melakukan 39,5 umpan per game, kalah bila dibandingkan duet City David Silva (82,1) dan Kevin De Bryune (76,4) rata-rata per game. Bagi pemain yang peran utamanya adalah menciptakan dan memberi peluang, itu adalah tingkat keterlibatan yang sangat rendah dengan tim.

Kebetulan, Silva (2,6) dan De Bruyne (2,9) memiliki lebih banyak umpan kunci per game dari Mkhitaryan (2.1). Hal inilah yang jadi alasan mengapa Manchester City kini memuncaki klasemen dengan selisih 8 poin dari Man United.

Lukaku Perlahan Mandek

Lukaku memiliki masalah sendiri yang menghalangi dirinya untuk mencetak lebih banyak gol buat Man United Dalam delapan penampilan pertamanya di liga, dia memiliki 16 tembakan tepat sasaran dan 8 tak sesuai target.

Namun belakangan, statistiknya menurun drastis. Melawan Huddersfield, Tottenham, dan Chelsea, dia hanya memiliki total 2 tembakan pada target dan 3 tak tepat sasaran.

Pada beberapa pertandingan, bek lawan telah berhasil mengisolasi dia. Masalah utamanya adalah striker Belgia itu justru kadang-kadang harus turun jemput bola dan mengoper ke Martial atau Rashford.

Akibatnya, dia tidak mendapat kesempatan untuk menembak ke gawang. Hal ini harus jadi perhatian serius Mourinho.

Cederanya Paul Pogba

Musim ini, dampaknya tak terlalu terlihat di United. Nemanja Matic telah memikul tanggung jawab untuk membantu bek dan menahan serangan lawan.

Pogba adalah pemain hebat yang bisa mempertahankan penguasaan bola, menggiring, mencegat dan juga mendalangi serangan dari belakang. Tanggung jawab utamanya tetap untuk mematahkan serangan lawan dan memulai serangan balik United.

Namun demikian, cedera hamstring dalam pertandingan Liga Champions melawan Basel telah membuatnya absen sejak 12 September. Sejak absen, Mourinho menggunakan Marouane Fellaini dan Ander Herrera.

Namun, keduanya tak punya visi sebagus Pogba. Alhasil, servis ke striker menyusut. Selain itu, ketidakhadirannya juga memungkinkan tim lawan untuk banyak kuasai bola dan mengendalikan pertandingan. (Eka Setiawan)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Manchester United, salah satu klub papan atas Liga Inggris. MU adalah klub tersukses di sejarah Liga Inggris modern
    Manchester United FC adalah klub sepak bola profesional yang berbasis di Old Trafford, Manchester Raya. MU bermain di Premier League.
    Manchester United
  • MU